|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Kota Manado dan Sekitarnya
|
12 Juni 2008
|
Soal pembubaran FPI
Mahasiswa Sulut Diminta Jangan Terpancing
Terkait desakan pembubar-an Front Pembela Islam (FPI) di Jakarta, membuat kalangan pemerhati pendidikan Sulut meminta kepada mahasiswa di daerah ini agar tidak ter-pancing dengan hal tersebut.
“Soal Kasus FPI tersebut para mahasiswa di Sulut agar tenang-tenang saja. Per-cayakanlah kepada pemerin-tah dalam menyelesaikan se-cara arif dan bijaksana. Un-tuk itu saya mengimbau ke-pada kalangan mahasiswa Sulut, harus cerdas dalam melihat situasi yang ada,” kata pemerhati pendidikan Sulut, Ir Moody Rondonuwu MT kepada harian ini, Rabu (11/06) kemarin.
“Saya kira kerukunan umat beragama di Sulut sangat kuat dalam melihat semua perma-salahan yang ada dan saya pastikan tidak hanya maha-siswa saja yang dapat menjaga keamanan, tetapi warga Sulut pun sudah sangat dewasa dan profesional dalam menyelesai-kan permasalahan yang terja-di di Indonesia,” ungkap Ron-donuwu yang juga adalah se-bagai sekretaris Forum Ko-munikasi Umat Beragama Sulut.(nan)
GMIM Sion Teling Dirikan TK
Guna meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan yang bertujuan untuk meng-hasilkan sumberdaya manu-sia yang cerdas secara inte-lektual, emosional, terlebih spiritual, Jemaat GMIM Sion Teling Sentrum Manado, siap membangun sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pas-tori II.
Rencananya, proyek fisik ini akan dimulai dengan peletak-an batu pertama. “Untuk pele-takan batu pertama ini akan dilangsungkan hari Minggu, 15 Juni nanti di samping GMIM Sion Teling Sentrum, Teling Atas Manado,” ungkap Ketua Panitia Pembangunan
Nico Pelealu SH MSi didampi-ngi Wakil Ketua Johanis Ton-tou SE. Acara ini akan dirang-kaikan dengan ibadah Hari Minggu pukul 09.00 WITA.
Untuk menyokong proyek pembangunan yang ber-bandrol Rp 800-an juta ini, panitia akan memaksimalkan usaha pencarian dana dan partisipasi jemaat. Dikatakan Pelealu yang juga mantan Penjabat Walikota Tomohon ini, pembangunan TK sangat-lah strategis mengingat ke-beradaan gedung sekolah yang digunakan untuk proses belajar mengajar saat ini, ti-dak representatif lagi. “Inilah yang menjadi pemikiran BPMJ GMIM Sion Teling se-hingga melahirkan program pembangunan sekaligus membentuk panitia pemba-ngunan,” timpal Ketua BPMJ GMIM Sion Teling Pdt Alfret Lapian STh dan Sekretaris Drs Jantje Rompas.
Terkait itu, Jumat (13/06) besok, akan digelar kerja bakti massal untuk mempersiapkan proses peletakan batu perta-ma. “Kerja bakti ini akan di-mulai jam satu siang dengan melibatkan seluruh anggota jemaat,” pungkas Wakil Sekre-taris Panitia Jemmy Bejo dan Tim Tehnis Roy Wuaten, ke-marin.(bly)
First Lady Serap Aspirasi di Kecamatan Tuminting
Rabu (11/06) kemarin, Ketua TP-PKK Kota Manado, Ny Ira-wati Rogi-Saleh SSos melaku-kan kunjungan kerja di Keca-matan Tuminting. Ribuan ibu-ibu PKK se-Kecamatan Tumin-ting menanti kedatangan first lady Kota Manado ini untuk melakukan dialog. Diawali de-ngan sambutan ketua TP-PKK Tuminting, Ny Meiske Solang yang melaporkan kegiatan-kegiatan yang sudah dan akan dilakukan di kecamtan Tu-minting.
Selanjutnya, ketua TP-PKK Kota Manado, Ny Irawati Rogi Saleh SSos menyampaikan sambutan dan pidato tanpa teks yang mengundang decak kagum masyarakat yang hadir.
Sementara itu dalam dialog dengan masyarakat, banyak ibu-ibu yang bertanya, seka-ligus mengungkapkan masa-lah-masalah sosial, pendi-dikan dan kesehatan seperti, kekurangan gizi buruk, biaya sekolah sampai pengurusan KTP. Semua pertanyaan dan usulan ditanggapi bijak dan bijaksana oleh first lady Kota Manado ini. “Ibu kita pernah urus KTP, depe biaya besar yakni Rp 60 ribu,” tanya se-orang ibu.
“Sekali lagi, untuk masalah pendidikan, warga tak usah takut karena program peme-rintah adalah sekolah bebas pungutan dan SPP. Untuk masalah pengrusan KTP, warga harus waspada karena sesuai Perda pengurusan KTP hanya dibiayai sebesar Rp 15 ribu dan kartu ke-luarga Rp 10.Ribu,” ulas ibu Ira bijak saat menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari warga.(mon)
|
|