|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Bolmong,
Kotamobagu, Bolmut |
12 Juni 2008
|
|
Mobil terbalik karena ban kempes
Sopir dan IRT Tewas, Balita 3 Tahun Selamat
|
Sebuah lakalantas maut terjadi di ruas jalan Trans Sulawesi tepatnya di Desa Lolan Kecamatan Bolaang, sekitar pukul 11.30 WITA, Rabu (11/06). Ketika itu mobil angkutan jenis Kijang DB 2072 QA jurusan Dumoga-Manado terbalik setelah sebelumnya mengalami kempes ban kiri belakang.
Buntutnya, sang sopir ber-nama Zwungli Tetanaung (41) warga Desa Mopugad lang-sung tewas di TKP bersama pe-numpangnya seorang ibu ru-mah tangga (IRT) Sucianti Lestari (38-an), warga Desa Mo-puya Kecamatan Dumoga Utara.
Yang mengharukan, anak ba-lita dari korban Sucianti yang baru berumur 3 tahun, berna-ma Rachma, selamat dari an-caman maut tersebut. Bahkan tidak mengalami luka yang serius. Dari pemantauan koran ini di kamar mayat RS Datoe Binangkang Kotamobagu, kor-ban Sucianti tergeletak kaku dengan pakaian yang masih berlumuran daerah. Terlihat kepala bagian depan sebelah kanannya ‘penyok’, yang didu-ga akibat benturan keras. Se-dangkan sang sopir terbaring tak bernyawa di kamar mayat yang satu lagi, juga masih berlumur daerah. Seorang ibu yang mengaku keluarga korban Sucianti, tak mampu menahan tangis manakala melihat situasi tersebut.
Sementara itu, seorang pe-numpang yang ditemui di RS kemarin, Vina Martharia (17) tahun dan mengaku siswi ke-las tiga SMAN 9 Manado, tam-pak hanya mengalami luka le-cet di pipi kanannya. Dalam keadaan masih syok, harian ini sempat mengajak dia dan penumpang lainnya bernama Mbak Ase bercerita tentang peristiwa tragis itu. “Mobil terbalik, ibu yang meninggal itu (Sucianti, red) duduk di kursi belakang dan tiba-tiba terlempar keluar melewati ka-ca belakang yang pecah. Saat itu, anaknya terlempar di kur-si kedua di mana saya duduk. Anak ini langsung kami pe-luk,” kisah Vina dibenarkan Mbak Ase.
Mbak Ase sendiri sedang menggendong bocah perem-puan yang beruntung berna-ma Rachma itu, terlihat kaos putih di bagian belakangnya masih berlumuran darah yang telah mengering tapi setelah ditanya, ternyata itu adalah darah sopir. Kecuali itu, sempat terlihat sedikit memar di jidat bagian kanan, namun tampaknya ia tidak merasa kesakitan.
Sang bocah masih terlihat cukup terpukul dengan keja-dian yang baru menimpa, hingga belum bisa diajak ber-cerita. “Mungkin dia masih ter-pukul,” kata Mbak Ase, sambil menggendong Rachma. Kasat lantas Polres Bolmong lewat Kanit Laka Iptu Syaiful Tamu membenarkan peristiwa terse-but. Dikatakan, pihaknya su-dah turun di TKP, dan sampai sekarang masih dalam proses penyidikan.(tus)
|
|