CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun
BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 
REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Mimbar dan Keagamaan 

12 Juni 2008

Rakerda FKUB Sulut 
Bahas Peran Agama Terhadap Global Warming

 

 IKUTI BERITA LAIN

Hari Ini, Lonceng Gereja Berdentang 177 Kali

Lintas Berita Mimbar

Untuk pertama kalinya Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulut akan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kamis (12/06) hari ini, di Hotel Quality, Manado. Di samping membahas tentang program kerja dan kerukunan, juga akan dibahas peran agama terhadap global warming.
Hal tersebut dikatakan Ketua FKUB Sulut, Pdt DR Nico Gara yang didampingi Pnt Ir Moody Rondonuwu MT, Rabu (11/06) kemarin. “Rakerda tersebut ba-kal membahas tentang global warming dalam perspektif aga-ma yang dibahas oleh enam to-koh agama di Sulut,” katanya.
Sementara itu, pembukaan Ra-kerda itu sendiri akan dibuka langsung oleh Gubernur Sulut, SH Sarundajang yang didampi-ngi Kakanwil Depag Sulut, Drs H Halil Domu MS. Gubernur usai membuka Rakerda juga akan memberikan materi ber-kaitan dengan World Ocean Con-ference. Pada sesi ketiga, Ka-kanwil Depag membahas ten-tang kebijakan Departemen Agama Sulut dalam penataan kerukunan umat beragama. 
Sementara itu menurut bagian Sekretariat FKUB, Pdt John Ti-laar STh MSi, Jumat (13/06) akan dilanjutkan dengan po-kok-pokok bahasan yang mem-bahas tentang program kerja FKUB kedepan. Hadir dalam Rakerda tersebut yaitu, peng-urus FKUB Sulut dan utusan FKUB kabupaten/kota se-Sulut dan undangan.
“Dengan adanya FKUB ini di-harapkan mampu menciptakan suasana kondusif dan stabil serta bagaiamana masyarakat Sulut mampu memperta-hankan kerukunan antarumat beraga-ma,” kata Tilaar dan Rondonuwu. Melihat peristiwa yang terjadi di tanah air belakangan ini termasuk ma-salah kehidupan dan kebebasan masyarakat untuk beribadah se-suai dengan ajaran dan keya-kinan masing-masing, maka me-nurut dia, kerukunan di Sulut sangat diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain.(lex)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin