|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Minahasa Utara
|
12 Juni 2008
|
BNI 46 Siap Bantu 5000 Pohon
Kepedulian dunia perbankan khususnya BNI 46 untuk upaya pelestarian lingkungan terus dioptimalkan. Buktinya dalam hajatan peringatan Hari Bumi tingkat Sulut yang dipusatkan di Minut, BNI 46 siap menyalurkan 5000 bibit pohon untuk menunjang penghijauan di Minut.
“Kami akan memberikan bantuan sekitar 5000 bibit pohon sebagai bentuk kepedulian dunia perbankan khususnya BNI 46 dalam menopang upaya pemerintah khususnya Pemkab Minut menghijaukan kaki gunung klabat dan sekitarnya,” kata Kepala BNI wilayah XI di Manado, Joppy J Lamonge kepada sejumlah wartawan usai perteuan dengan Plt Bupati Minut Drs Sompie Singal MBA Rabu (11/06).
Lamonge yang didampingi emimpin Sentra Kredit Kecil Eben Eser Nainggolan, Pemimpin BNI 46 Cabang Kanaka Olvie Kembuan bersama tim pemasaran Herliech Gagola dan Nova Kaunang mengatakan, ke depan juga, BNI 46 membuka peluang bagi para petani Minut, khususnya petani kelapa untuk mendapatkan kemudahan kredit.
“BNI 46 siap memberikan kucuran kredit bagi para petani yang bergerak dibidang Pertanian Kelapa dan para nelayan. Hal ini sekaligus menjawab keraguan kalangan petani dan nelayan yang merasa selama ini kurang disentuh dengan fasilitas kredit. “Saat ini sistem skim kredit sudah siap untuk membantu petani dan nelayan,” pungkasnya.(irv)
Minim Perhatian Pemkab, Peserta Raimuna Jalankan Kartu Kawan
Semakin dekatnya pelaksanaan Ramuna 2008 dimana kontingan Kwarcab Minut akan mengirim 20 wakilnya, ternyata dililit masalah pendanaan. Ini lebih disebabkan tidak tertatanya anggaran untuk kontingen Raimuna Minut dalam APBD Minut sehingga sejumlah peserta harus rela mencari dana melalui kartu kawan.
Terpantau salah satu siswi peserta Raimuna 2008, dengan tidak malu-mau mencegat siapa saja dengan menyodorkan proposal dalam bentuk kartu kawan. Sumbangan pun mengalir, ada yang memberi Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu.
Informasi dikantongi ada salah satu peserta dari keluarga tak mampu padahal berbakat dan berprestasi justru mengurungkan niatnya karena tak memiliki dana cukup. Apalagi dana yang harus disiapkan sekitar Rp 1,5 juta-Rp 2 juta.
“Siswa ini cukup berprestasi dan berbakat, tapi harus diganti karena tak punya uang. Padahal jika mereka berprestasi nama daerah Minutlah yang diagung-agungkan,” tukas Ketua Gebrak Minut Will Luntungan.
Sementara Kabag Humas dan Protokol Minut RF Siwi saat dikonfirmasi menjelaskan, karena kontingen Raimuna membawa nama daerah, maka akan diupayakan ada bantuan dari Pemkab Minut.(irv)
|
|