|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
13 Juni 2008
|
|
Dua mahasiswa tewas dan satu mahasiswi nyaris buta
Miras Beracun Kembali Tebar Maut di Manado
|
Kasus keracunan minuman keras (miras) kembali menghebohkan Manado. Dua mahasiswa dilaporkan me-regang nyawa akibat mengkonsumsi minuman beralkohol di sebuah kafe di kawasan Bahu Mall. Sedangkan seorang mahasiswi yang ikut mengecap miras maut tersebut sempat tertolong, namun matanya nyaris mengalami kebutaan.
Salah satu korban tewas ber-nama Rocky Sengke (19). Ma-hasiswa fakultas hukum se-buah perguruan tinggi di Su-lut ini, diduga menghembus-kan napas terakhir setelah se-belumnya mengkonsumsi miras di Java Café, kawasan Bahu Mall.
Berdasarkan informasi yang diperoleh harian ini, Rocky mendatangi kafe tersebut ber-sama sejumlah rekannya, Ra-bu (11/06) malam lalu.
Di kafe tersebut, mereka mengkonsumsi minuman je-nis Radja’s dan Celebes. Na-mun tak lama kemudian, kor-ban pun mulai ‘bertumba-ngan’ dan dilarikan ke RS Prof Kandou, Malalayang. Mereka dilaporkan mengalami mual-mual dan pusing. Tapi yang paling parah adalah Rocky. Diduga tubuhnya tak mampu menangkal racun yang ma-suk, sehingga remaja tersebut menjemput ajal di RS Kandou, Kamis (12/06) kemarin. Na-mun demikian penyebab kematiannya belum diketahui pasti karena keluarga meno-lak mengotopsi korban.
Ternyata bukan hanya Roc-ky yang tewas. Sebelumnya seorang mahasiswa fakultas kedokteran Unsrat, Azhario Tumiwa (20), dilaporkan juga meregang nyawa Rabu (11/06) siang di RS Kandou sete-lah mengkonsumsi miras yang kebetulan juga diteng-gaknya di Java Cafe sehari se-belumnya. Remaja yang dise-but-sebut sebagai putra se-orang pejabat di Pemkab Poso Sulteng ini, dilaporkan telah mengkonsumsi miras ber-sama sejumlah rekannya. Se-lain Azhario (Rio) yang harus dijemput ajal, teman satu fakultasnya Gilian Tentero, nyaris buta karena meneng-gak miras yang sama.
Berdasarkan hasil pemerik-saan di sebuah klinik mata di Sario Tumpaan, beberapa pembuluh darah pada kedua mata gadis ini sudah pecah. Malah saat diperiksa sebagai saksi di Poltabes Manado Ka-mis siang kemarin, gadis ber-kulit putih ini mengaku hanya mampu melihat dengan jarak pandang satu meter saja. Dia memgaku telah minum bebe-rapa sloki miras.
Sementara itu, menurut seorang sumber di RS Kan-dou, berdasarkan hasil otopsi tak ditemukan adanya napza atau narkoba pada tubuh Rio. Meski demikian darahnya akan diperiksa lebih men-dalam di laboratorium kimia darah di luar Sulut karena tak dimiliki RS di sini.
Kapoltabes Manado, Kombes Bambang Sugeng SH MH melalui Kasatreskrim Kompol Ribut H Wibowo SIK menga-takan, JV Café sudah di-police line untuk kepentingan pe-nyelidikan. “Kita langsung memasang police line tak lama setelah kejadian. Saat ini kita masih menunggu hasil peme-riksaan minuman yang dila-kukan BPOM,” ujar Wibowo. Menariknya, ia mengungkap-kan bahwa pemilik kafe terse-but adalah pasangan suami-istri berinisial LS alias Louis dan MS alias Maria, warga Winangun Atas Jaga I, Keca-matan Pineleng. Keduanya sempat terlibat dugaan kasus penipuan.
“Louis sudah duluan kita tahan karena kasus penipuan. Sedangkan Maria masih dirawat di RS karena stres sampai jatuh sakit ketika akan dimintai kete-rangan terkait kematian maha-siswa di kafe mereka. Yang pasti kita akan terus proses kasus ini,” ujar Kasatreskrim.
MIRAS
Kasus miras beracun ini, bu-kanlah pertama terjadi di Su-lut. Tahun 2001 silam, malah jumlah korban tewas menca-pai 31 orang. Korban saat itu keracunan minuman Pinara-chi 234 dan Champion. Kasus 2001 tewas 31 orang akibat Pi-narachi dan Champion. Tahun 2005 juga kejadian hampir sama terjadi. Kali ini cap tikus yang diduga sudah terkon-taminasi, meminta 12 korban tewas baik di Minahasa mau-pun Bolmong.(art)
|
|