|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
13 Juni 2008
|
|
Cak Imin Menang,
Gus Dur Tuding SBY Tekan Hakim
|
Pengurus DPP PKB Muhai-min gembira atas putusan PN Jakarta Selatan (PN Jaksel) yang telah memenangkan gu-gatan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar terhadap PKB kubu Gus Dur. Dengan putusan ini, maka saat ini ada 1 PKB, yaitu DPP PKB Mu-haimin.
“Dengan adanya putusan pe-ngadilan ini, maka seluruh proses politik, baik surat me-nyurat ke lembaga negara hanya mengenal satu ke-pengurusan dewan tanfidz, yaitu DPP PKB Muhaimin,” kata Wasekjen DPP PKB Muhaimin Helmy Faisal di sela-sela menghadiri sidang gugatan PKB Gus Dur di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Kamis (12/06) malam.
Hasil putusan ini, kata Hel-my, harus disyukuri. “Kami bersyukur, karena akhirnya pengadilan telah memberikan putusan yang sebenar-benar-nya. Yang harus dilakukan sekarang ini adalah bagai-mana kembali mengumpul-kan kekuatan yang berserak-serak, karena persiapan Pe-milu 2009 sudah di depan mata,” ujar Helmy.
Dalam putusannya, PN Jak-sel mengabulkan sebagian gugatan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar. Ha-kim menyatakan pemecatan sementara Muhaimin Iskan-dar dari Ketua Umum DPP PKB tidak sah, karena berten-tangan dengan AD/ART. Surat keputusan yang member-hentikan Muhaimin juga batal demi hukum.
Sedangkan pengacara Gus Dur, Maulani Sibuea menya-takan akan mengajukan ka-sasi. “Ini merupakan cacat hukum yang luar biasa. Ada banyak fakta persidangan yang diabaikan majelis hakim. Me-reka lebih mempertimbang-kan saksi dari penggugat,” protes Maulani. Gus Dur sen-diri menilai, hakim telah dite-kan oleh ‘kekuatan’ besar. Oleh siapa? ‘’SBY. Tapi dia tidak mungkin melakukan secara terbuka. Ada pembantunya. Saya tunjuk secara terbuka. Menses-neg Hatta Radjasa dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi,’’ ungkap Gus Dur mengklaim bahwa ha-kim mendapatkan intimidasi. ‘’Saya dapat info dari hakim, dia ditelepon, diancam akan dipin-dah,’’ tandasnya.(dtc)
|
|