|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Kota Manado dan Sekitarnya
|
13 Juni 2008
|
|
Ketika Sindrom H2C Landa Pelajar Jelang Pengumuman UN
|
Manado-Setelah mengikuti ujian nasional medio April lalu, kini para pelajar siap-siap menunggu pengumuman hasil ujian tersebut. Jelang detik-detik pengumuman ini, kini para pelajar mulai di landa sindrome H2C (harap-harap cemas).
Beragam tingkah laku dan kecemasan pelajar mulai tampak jelang detik-detik pengumuman penentuan na-sib mereka dikemudian hari. Ada yang berusaha tenang dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, berharap ba-nyak campur tangan Tuhan dalam hasil ujian nanti. Ada yang pasra dengan hasil yang akan dicapai.
Randy misalnya. Siswa SMA Negeri 7 di Manado ini ter-nyata sekarang lebih memilih untuk banyak beribadah. “Pokoknya begitu selesai ujian langsung rajin pi gereja. Kalo nda bagitu torang mo stress, lebe baik biar brutal mar mendekatkan diri jo dengan Tuhan,” kata Randy diamini rekan-rekannya yang heran dengan perubahan yang ter-jadi pada Randy.
Sejumlah siswi SMA swasta juga mengalami kecemasan serupa, “So tako tare kage nda lulus ini. Mar pasra jo kalo memang demikian,” ujar Lisa warga Banjer yang berke-inginan meneruskan pendi-dikannya ke perguruan tinggi.
Lain halnya dengan Novie dan Izal. Dua siswa SMK swasta di Manado ini terlihat lebih tenang menghadapi pengumuman Unas nanti. “Santai jo, kan so blajar, pasti dapa hasil bagus,” jelas ke-duanya penuh keyakinan.
Meskipun demikian, tak sedikit pelajar yang terlihat mengunjungi pusat-pusat keramaian seperti mal atau pun tempat-tempat wisata di tengah menanti hasil nilai kerja keras mereka selama di bangku SMA. Kehadiran me-reka ke tempat tersebut tak lain menenangkan diri agar terhindar dari ketegangan dan ancaman penyakit stress yang bisa menyerang mereka. Se-perti lokasi wisata pantai Malalayang, yang terpantau harian akhir-akhir ini mulai banyak kunjungi pelajar. Kecemasan dan kekuatiran para pelajar yang terjadi jelang pengumunan Unas ini, merupakan sebait cerita SMA yang penuh warna.(billy tambahani)
|
|