|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Tomohon dan Sekitarnya |
13 Juni 2008
|
|
Ambil cuti selama 12 hari dan terbang ke Belanda
Komitmen Watoelangkow Bangun Tomohon Dipertanyakan Masyarakat
|
Komitmen Wakil Walikota Tomohon, Lineke Syennie Watoelangkow untuk membangun Kota Tomohon, yang disertai janji untuk meningkatkan kesejahteraan masyara-kat mulai diragukan kebenarannya. Tak heran, beberapa warga masyarakat pun mulai mempertanyakan janji dan komitmen Ketua Partai Demokrat Sulawesi Utara itu.
Seperti diungkapkan warga Tomohon Selatan, di tengah persiapan dan kesiapan me-nyukseskan Tomohon Flower Festival (TFF), semua perang-kat yang ada di Kota Tomohon, baik itu kalangan pemerintah, swasta maupun para siswa ter-fokus untuk memberikan bakti-nya bagi suksesnya TFF. Karena multiefek yang diharapkan dari pelaksanaan TFF itu, adalah murni bagi kesejahteraan ma-syarakat Kota Tomohon.
“Masa hanya walikota yang di-beri beban untuk menyukses-kan TFF, sedangkan Watoelang-kow hanya melancong dengan urusan pribadinya sendiri, tan-pa memikirkan komitmennya bagi kesejahteraan masyarakat. Mana itu janji yang disampai-sampaikan. Semua telah terbuk-ti, dan bohong besar,” papar Je-remy Pinontoan, yang ditemui koran ini di Kantor Walikota, Kamis (12/06) kemarin.
Pinontoan yang dimintai tang-gapannya terhadap kegiatan TFF dan keberangkatan Wakil Walikota Tomohon ke Belanda, mengaku heran. “Sampai se-begitu jauh pemikiran Watoe-langkow meninggalkan pelak-sanaan TFF. Biar tidak mem-bantu Walikota demi menyuk-seskan TFF, tetapi harus ber-ada di Tomohon. Apalagi, Pre-siden SBY akan membuka langsung pelaksanaan TFF ini. Sayangkan!” aku Pinontoan.
Secara terpisah, Fanly Nangin, warga Kolongan kaget ketika mendengar bahwa wawali ti-dak berada di Sulut. Karena bagi Nangin, pelaksanaan TFF tanggal 29 Juni hingga 04 Juli mendatang. “Tinggal menghi-tung hari pelaksanaan TFF di-gelar. Dan jika benar informasi bahwa Ibu Wawali sedang ber-ada di luar daerah, tentunya ini menjadi pertanyaan yang penting. Karena saat ini peme-rintah dan masyarakat sedang mempersiapkan diri menggelar pelaksaan TFF. Sebaiknya, Wawali berada di Kota Tomo-hon dan turut melakukan persia-pan menyambut TFF,” tandas.
Senada dikemukakan Cen La-sut, warga Matani dan Willy Go-liot, warga Kamasi. Menurut ke-duanya, persiapan dan pelaksa-naan TFF membutuhkan keha-diran dan bantuan dari wawali. “Kan kegiatan ini adalah kegiat-an Pemkot dan masyarakat Ko-ta Tomohon. Karena itu, wawali sebaiknya tidak berada di luar daerah demi suksesnya kegia-tan ini. Tapi kalau keberang-katannya karena alasan yang mendasar atau untuk kepenti-ngan Kota Tomohon bisa di-maklumi,” tukasnya.(imo)
|
|