HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

13 Juni 2008

Metode Pemberian Tugas Dapat Membawa Keberhasilan Siswa
Oleh: LM Palantung SPd


PENDIDIKAN merupakan suatu proses untuk meningkatkan hasrat dan martabat manusia. Sebab itu semenjak Indonesia merdeka sampai sekarang secara periodik program-program di bidang pendidikan selalu ditinjau kembali agar mampu mengimbangi laju pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hanya dengan bidang pen-didikan dapat menjadi satu pemicu dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional.
Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan bertang-gung jawab atas keberhasilan di bidang pendidikan. Untuk keberhasilan proses pendidik-an itu diperlukan adanya ke-harmonisan kerja sama antar komponen yang ada di da-lamnya.
Komponen yag dimaksud adalah guru, siswa, bahan/materi, alat/media dan me-tode. Metode diperlukan eva-luasi untuk menilai siswa se-kaligus berfungsi sebagai um-pan balik bagi guru untuk me-miliki tujuan yang hendak dicapai.
Tercapainya tujuan pelajar-an memerlukan metode-me-tode. Penulis mengangkat satu metode yaitu metode pemberi-an tugas. Metode ini dipakai untuk merangkum pengertian di mana anak didik dalam sa-tu kelompok dipandang seba-gai satu kesatuan untuk men-capai satu tujuan pelajaran dengan bergotong-royong.
Menurut Drs Sriyono, dalam Teknik Belajar Mengajar CBSA (1992:99-122) mengemuka-kan ada 10 jenis metode mengajar, yakni sebagai beri-kut: Metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, metode drill (latihan), metode resitasi (pemberian tugas), metode demonstrasi (eksperi-men), metode sosio drama, metode problem solving (pe-mecahan masalah), metode karya wisata dan metode kerja kelompok.
Hal yang sama juga dike-mukakan Dr Nana Sujana sebagaimana tertuang dalam bukunya ‘Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar’ (1989:57). Hanya saja Sujana mengemukakan tujuh jenis metode mengajar, yakni sebagai berikut: Metode ceramah, metode tanya jawab, metode demonstrasi, metode diskusi, metode kerja kelompok, metode pemberi-an tugas dan metode ekspe-rimen. 
Metode Pemberian Tugas (resistesi)
Sebagaimana telah dikemu-kakan tentang jenis-jenis metode mengajar antar satu dengan lainnya terdapat per-bedaan, arti dan ciri-cirinya, tetapi dalam penggunaannya tidak ada satu metode yang paling baik, sehingga guru perlu mengombinasikan me-tode-metode yang dianggap cocok sesuai pokok/subpokok bahasan dan tujuan yang hendak dicapai.
Dalam penelitian penulis, metode yang dipilih untuk membantu pemecahan ma-salah yang dihadapi dalam Proses Belajar Mengajar ada-lah Metode Pemberian Tugas.
Metode Pemberian Tugas (resistesi) digunakan dengan tujuan agar siswa mendapat hasil belajar yang lebih baik, karena siswa melaksanakan latihan-latihan dalam menye-lesaikan tugas yang diberikan guru.
Dengan demikian siswa mendapat pengalaman lang-sung dalam mempelajari se-suatu, mendalaminya dan berusaha semaksimal mung-kin untuk mencapai dan men-cari tahu sedalam-dalamnya tentang pokok-pokok yang ditugaskan guru. Jadi metode pemberian tugas (resistesi) bertujuan untuk mengaktif-kan siswa untuk belajar, man-diri, memupuk inisiatif dan bertanggung jawab.
Latihan-latihan penyelesaian tugas merupakan salah satu cara menyadarkan siswa un-tuk selalu menggunakan wak-tu luangnya dengan mengisi kegiatan-kegiatan yang me-nunjang belajar.
Di lain pihak, guru dituntut pula dengan yang tanggung jawab yang besar, sebab pem-berian tugas kepada siswa bu-kan berarti mengurangi tugas semata-mata, tetapi diikuti dengan tindakan perbaikan dan penilaian terhadap tugas siswa, guna mengontrol dan meneliti apakah tujuan pem-berian tugas tercapai atau tidak.(*)


Penulis Guru SD Kartika Wirabuana 3 Teling Atas, Manado.

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin