HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

13 Juni 2008

Benci Tapi Rindu


Program Bantuan Langsung Tunai (BLT), yang merupakan ganti rugi kepada masyarakat kurang mampu akibat kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), ternyata mendapat tanggapan ber-beda dari kelompok masyarakat. Ada yang menempatkannya se-bagai program yang baik namun tak sedikit pula yang menilainya sebagai sumber permasalahan baru.
Ibaratnya, BLT yang merupakan program yang ditujukan untuk membantu mengurangi beban masyarakat miskin ini, dibenci na-mun dirindukan. Kedua kelompok masyarakat yang berbeda pan-dangan ini, punya argumentasi yang sama-sama bisa diterima dengan akal sehat.
Kelompok masyarakat yang menerima menilai bahwa BLT bisa menjadi sandaran masyarakat miskin untuk bertahan hidup. Dan program ini dinilai masih jauh lebih baik karena yang menikmati langsung adalah warga miskin, ketimbang program subsidi ba-rang, yang pada akhirnya sebagian besar dirasakan masyarakat mampu.
Hanya saja kelompok yang berseberangan menganggap bahwa program ini tak akan membawa dampak perubahan bagi ma-syarakat. Malah yang terjadi adalah memunculkan sejumlah per-soalan baru di tengah-tengah masyarakat. Bahkan program ini lebih dilihat sebagai bentuk manuver politik untuk menjaga kewi-bawaan pemerintah di mata masyarakat.
Sebetulnya setiap program yang dirancang pemerintah, punya nilai baik bagi masyarakat. Sebab program itu tidak muncul begitu saja, tetapi lewat berbagai kajian. Hanya saja terjadi masalah karena program itu tidak disertai dengan satu mekanisme pelak-sanaan yang baik. 
Kelompok yang berada pada tingkatan pelaksana, tidak mampu melaksanakan tugas dengan baik. Apakah itu karena memang keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) atau memang sesuatu yang disengaja karena adanya satu kepentingan.
Seperti misalnya penyaluran BLT di Manado yang sudah mulai dilaksanakan, ternyata menimbulkan sejumlah permasalahan. Mu-lai dari sistim pendataan yang dianggap menyimpang dari yang sebenarnya, sampai pada dugaan keterlibatan sejumlah oknum aparat pemerintahan yang menjadikan program ini sebagai tempat cari keuntungan.
Belum lagi dengan data yang digunakan dinilai sudah keda-luarsa, sebab diambil berdasarkan data tahun 2005 silam. Dalam kurun waktu tersebut tentunya sudah terjadi banyak perubahan. Kesemuanya ini menunjukkan bahwa program BLT ini tidak di-topang dengan kesiapan yang matang sehingga sasarannya pun tidak tepat.(**) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin