|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Kota Bitung dan Sekitarnya
|
14 Juni 2008
|
|
Temui Dewan, Warga Lembeh
Minta Kejelasan Status Tanah
|
Belum adanya kejelasan status tanah di Pulau Lembeh yang sebelumnya sempat di-komplain oleh keturunan Dotu Xaverius Do-tulong membuat sejumlah warga Lembeh mendatangi kantor Dekot Bitung Jumat (13/06) kemarin . Ini terkait rencana pemba-ngunan Pulau Lembeh oleh investor mem-buat hampir seluruh warga Lembeh keta-kutan akan tergusurnya pemukiman mereka.
“Yang jelas kami menghargai apa yang dilakukan oleh investor di tanah Lembeh. Akan tetapi saat ini yang paling penting adalah kejelasan status tanah Lembeh terlebih dahulu, sebab bagaimana kami bisa bekerja sedangkan untuk membuat ser-tifikat saja kami belum bisa ,” ungkap Arman Pusung didampingi tokoh Pulau Lembeh lainnya Abdul Kadir Takahindangen, Fran-heit Soda, Recky Pianaung. Bahkan kata Pusung pelarangan membuat sertifikat di keluarkan oleh BPN tanggal 1 Oktober tahun 2005 lalu.
Sementara itu personel Komisi A, Ir Mau-rits Mantiri, Beaktris Takahelo, Freddy Pu-ngus dan Victor Tatanude mengungkapkan kalau dewan sejak dahulu sudah mendesak pemkot untuk secepatnya menuntaskan masalah ini.
“Sejak dahulu kami mendesak Pemkot Bitung untuk menjadikan ini prioritas. Tapi sampai saat ini belum juga selesai. Padahal beberapa waktu lalu Pemkot Bitung sudah berjanji menyediakan anggaran sebanyak Rp 400 juta untuk memfasilitasi masalah ini. Oleh sebab itu kami akan memanggil pi-hak pemkot, perwa-kilan warga Lembeh untuk membicara-kan masalah ini pe-kan depan,” tandas Mantiri.(ipa)
|
|