|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
14 Juni 2008
|
|
Gadis asal Tondano tewas setelah konsumsi miras
Korban Tewas Terus Berjatuhan
|
Jumlah korban tewas yang diduga akibat mengkonsumsi minuman keras (miras) beracun, terus bertambah. Malah sebuah kabar dari Tondano menyebutkan, seorang wanita bernama Nancy Rumambi (24) ditemukan tewas dengan tubuh membiru setelah sebelumnya menenggak miras di sebuah kafe.
Nancy yang teridentifikasi warga Kelurahan Wengkol Lingkungan III, Kecamatan Tondano Timur, meninggal Kamis (12/06), sekitar pukul 00.30 WITA. Informasi yang diperoleh menyebutkan, malam itu korban bersama teman-temannya mendatangi sebuah kafe yang terletak di bilangan Kasuang. Di kafe tersebut, korban cs kemudian meneguk miras.
Seusainya, korban menga-takan kepada teman-temannya bahwa dirinya bersama Nova (rekannya) akan tidur di rumah salah seorang teman yakni Ke-luarga Lena Warouw, bertem-pat di Perum Asabri Kelurahan Wawalintouan, Kecamatan Tondano Barat. Nah sekitar pukul 00.00 WITA, Nova terba-ngun saat mendengar suara jeritan Nancy yang mengatakan sakit perut.
Sekitar 15 menit korban men-jerit-jerit kesakitan. Betapa terkejutnya Nova begitu melihat korban sudah lemas dengan dan sekujur tubuhnya mulai membiru. Nova kemudian mem-bangunkan seisi rumah dan membawa korban ke RSUD Sam Ratulangi Tondano untuk men-dapatkan perawatan. Namun kenyataan berbicara lain, nya-wa korban tidak tertolong.
Kapolres Minahasa, AKBP Drs Kliment Dwikorjanto MSi ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Rustanto SIK, Jumat kemarin, membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Dugaan sementara, korban meneguk miras lalu minum obat sejenis penenang. Dan kasus ini sementara kami lidik baik miras yang diminum dan asal obat tersebut,” tukasnya.
Sementara itu dari Manado, Poltabes telah melakukan pe-meriksaan terhadap delapan orang saksi. Kedelapan saksi itu di antaranya pemilik kafe yang ditutup masing-masing Java Café dan Marcopolo Café, karyawan kafe, serta rekan kor-ban. Namun demikian, ketika ditanya lebih jauh soal hasil pe-meriksaan tersebut, Kapoltabes Manado Kombes Drs Bambang Sugeng SH MH melalui Kasat Reskrim, Kompol RH Wibowo SH SIK, menyatakan bahwa pi-haknya masih melakukan pen-dalaman.
“Kami belum bisa menetap-kan tersangka dalam kasus ini karena kami masih menunggu hasil uji laboratorium dari BPOM Manado. Memang, dalam hasil otopsi, dari lam-bung salah satu korban yang tewas ditemukan cairan yang bisa mengakibatkan kematian dan kebutaan pada seseorang. Namun untuk memastikan apakah cairan tersebut sebagai penyebab kematian, kami ma-sih harus menunggu hasil uji lab dari BPOM,” katanya kepa-da wartawan, kemarin.
Dikatakan Wibowo, selain melakukan pemeriksaan ter-hadap delapan saksi, pihaknya juga telah melakukan penye-gelan terhadap sebuah pabrik miras di Desa Winangun Atas, Kecamatan Pineleng, Minahasa yang dikelelola CV Sumber Ja-ya Makmur. Pabrik tersebut di-segel karena ditengarai sebagai produsen Celebes dan Rad’jas yang dikonsumsi para korban.
Lebih lanjut Wibowo menje-laskan kronologis kematian dan kebutaan mata yang di-alami para korban. Menu-rutnya, Senin (09/06) dan Se-lasa (10/06) malam, sekitar lima orang mahasiswa di Java Café dengan meneguk delapan pitcher miras jenis Celebes beraroma jeruk, sedangkan di Café Marcopolo sekitar tujuh orang mahasiswa meneguk miras jenis Celebes dan Rad’jas beraroma leci.
Keesokan harinya para maha-siswa tersebut merasakan mual, pusing serta sakit pada bagian dada. Bahkan di anta-ranya merasakan mengalami gangguan pada penglihatan. Merasakan hal itu, para korban pun langsung menuju ke Ru-mah Sakit Prof Kandou dan Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon untuk melakukan pemeriksaan. Namun naas, meski sempat mendapat pera-watan, dua di antaranya ma-sing-masing Rocky Sengke (19), mahasiswa Fakultas Hukum Unsrat dan Azhario Tumiwa (20), mahasiswa Fakultas Ke-dokteran, dinyatakan tewas.
“Untuk sementara kami telah menahan ML alias Maria se-laku pemilik Java Cafe. Se-dangkan suaminya, LS alias Louis sudah duluan ditahan karena kasus penipuan,” ung-kap Wibowo.
Pada bagian lain, beredar ka-bar bahwa beberapa korban yang masih menjalani pera-watan positif mengalami ke-butaan sebagaimana dialami dua korban sebelumnya. Ha-nya saja, ketika hal ini dita-nyakan kepada Wibowo, ia menegaskan bahwa hingga saat ini total korban berjumlah 12 orang dengan rincian dua telah dinyatakan tewas, dua menderita kebutaan mata, dan delapan lainnya masih menja-lani perawatan. Namun jika kasus di Tondano masuk hitu-ngan, maka jumlah korban te-was sudah tiga orang.(rol/jok)
|
|