HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

14 Juni 2008

Miras Diduga Mengandung Metanol


Menyusul berita tewasnya dua mahasiswa yang diduga terkait minuman keras (miras) beracun, memunculkan pen-dapat dari kalangan kedokte-ran. Menurut dr B Jemmy Wa-
leleng SpPD, jika memang kor-ban tewas setelah menenggak miras, kemungkinan miras tersebut telah mengandung metanol. 
Metanol adalah unsur kimia yang terdapat dalam spritus. ‘’Jadi ini kemungkinan teroritis di luar asumsi mengandung ra-cun atau tercampur obat-oba-tan yang hingga kini belum diketahui secara pasti,’’ ungkap Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulut ini kepada Komentar, Jumat (13/06). 
Asumsi yang dikemukakan-nya Waleleng yang juga Ketua Program Studi Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Unsrat tersebut cukup beralasan, ka-rena beberapa tahun lalu juga terjadi kasus serupa. Di mana waktu itu miras merk tertentu setelah diperiksa ternyata mengandung metanol dan menyebabkan kematian. “Kalau hanya etanol yang biasa ter-kandung dalam alkohol sebe-rapa pun kadarnya belum bisa menyebabkan kematian dalam waktu sesingkat ini,” tandasnya.
Menurutnya lagi, kalau pun kadar etanol berlebih maka aki-batnya dalam jangka pendek hanya menyebabkan terjadinya kekurangan glukosa. Namun demikian menurutnya kalau hal ini merupakan persoalan sensitif, maka sebaiknya dila-kukan pembuktian secara ilmiah untuk menemukan ke-benarannya. Di mana penyebab kematian harus dilihat dari sisi ilmu forensik yakni dengan otopsi maupun pemeriksaan laboratorium. “Saya pun tidak mau berspekulasi, yang saya ungkapkan ini hanya teori ilmu saja dan juga bukan pernyataan resmi organisasi, lembaga pen-didikan atau rumah sakit,” ujarnya. 
Sementara itu, kalangan legis-lator Sario meminta agar kasus kematian yang diduga dipicu miras beracun, segera didalami. “Artinya, pemeriksaan dan pe-nelitian terhadap miras yang dikonsumsi para korban, harus dilakukan secara mendalam. Dengan demikian, bisa diper-oleh kepastian apa penyebab kematian mereka,” ujar Sekre-taris Komisi D Bidang Kesra DPRD Propinsi Sulut, Inggrid Sondakh SE. 
Namun apabila hasil pemerik-saan dan penelitian nanti me-nyatakan bahwa penyebabnya bukan karena miras, dalam pengertian bahwa miras yang dikonsumsi para korban tidak mengandung racun atau hanya sebatas minuman dengan kadar alkohol biasa, pihak terkait juga harus bisa menjelaskannya kepada publik secara trans-paran. “Yang jelas, kasus ini harus bisa dijelaskan sesuai de-ngan bukti-bukti pemeriksaan dan penelitian,” pungkasnya lagi. 
Kendati begitu, Sondakh nam-pak prihatin dengan adanya kasus ini. Sebab ternyata masih ada kalangan generasi muda tertentu yang belum sadar de-ngan bahaya miras. “Ya, kami tentu sangat menyayangkan terjadinya kasus ini. Tentunya juga kami berharap kasus serupa tidak terulang lagi pada waktu-waktu mendatang,” im-buhnya.
Pada bagian lain, seorang kor-ban tewas yang diduga akibat mengkonsumsi miras, Rocky Sengke (19), diperoleh kabar akan dimakamkan pada Ming-gu (15/06) pekan ini di pekubu-ran Desa Touliang Oki, Kecama-tan Eris. Salah seorang keluar-ga Rocky saat dihubungi dan di-mintai tanggapan terkait ke-matian Rocky akibat keracunan miras, mengaku pasrah dan menerimanya. 
“Upaya menuntut dari pihak keluarga tidak ada. Maaf saat ini kami sedang berduka,” tutur Siby Sengke, paman Rocky sera-ya mengaku pihak kepolisian sebelumnya telah meminta ke-terangan ke keluarga. Siby juga mengatakan, pihak keluarga dalam hal ini orangtua Rocky tak menginginkan korban di-otopsi. “Petugas meminta Rocky untuk diotopsi tapi ke-luarga tak menerimanya,” singkatnya. 
Sebelumnya diberitakan, Ro-cky yang tercatat sebagai ma-hasiswa Fakultas Hukum se-buah perguruan tinggi di Sulut ini, diduga menghembuskan napas terakhir setelah sebelum-nya mengkonsumsi miras di Java Café, kawasan Bahu Mall. Berdasarkan informasi yang diperoleh harian ini, Rocky men-datangi kafe tersebut bersama sejumlah rekannya, Rabu (11/06) malam lalu. Di kafe terse-but, mereka mengkonsumsi minuman jenis Radja’s dan Ce-lebes. Namun tak lama kemu-dian, korban pun mulai ‘ber-tumbangan’ dan dilarikan ke RS Prof Kandou, Malalayang. 
Mereka dilaporkan mengalami mual-mual dan pusing. Tapi yang paling parah adalah Rocky. Diduga tubuhnya tak mampu menangkal racun yang masuk, sehingga remaja ter-sebut menjemput ajal di RS Kandou, Kamis (12/06). Namun demikian penyebab kematian-nya belum diketahui pasti ka-rena keluarga menolak me-ngotopsi korban. 
Sebelumnya seorang maha-siswa lain bernama Azhario alias Rio Tumiwa, juga me-ninggal setelah mengkonsumsi miras.(jok/dav/gra) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin