HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

14 Juni 2008

Hasil studi di Inggris
Orang IQ Tinggi Banyak Tidak Percaya Tuhan


ORANG-orang dengan IQ lebih tinggi banyak yang tidak percaya kepada Tuhan. Ba-nyak dari kaum elit intelek-tual menganggap diri mereka atheis. Demikian menurut ha-sil studi baru yang dilakukan Professor Richard Lynn, profe-sor psikologi di Universitas Ulster, Inggris.
Menurut Lynn, keyakinan ber-agama telah menurun pada abad ke-20. Penurunan ini ter-kait langsung dengan mening-katnya kecerdasan rata-rata. Dikatakan Lynn, kebanyakan anak SD percaya akan Tuhan. Namun begitu mereka meng-injak dewasa dan kecerdasan mereka meningkat, banyak yang mulai ragu akan Tuhan.
Menurut Lynn, para akademisi universitas lebih kecil kemung-kinannya untuk percaya pada Tuhan daripada orang lainnya. Demikian seperti dilansir harian Inggris, Telegraph, Jumat (13/06). Lynn menyebutkan hasil polling Royal Society untuk men-dukung klaimnya. Survei Royal Society di Inggris itu menunjuk-kan hanya 3,3 persen yang per-caya pada Tuhan. Sedangkan 68,5 persen populasi umum Ing-gris menyebut diri mereka seba-gai orang yang percaya Tuhan.
Polling lainnya pada tahun 1990-an menunjukkan hanya 7 persen anggota American Natio-nal Academy of Sciences yang percaya Tuhan.
“Kenapa lebih sedikit akade-misi yang percaya pada Tuhan dibandingkan populasi umum? Saya yakin itu semata-mata ka-rena IQ. Para akademisi punya IQ lebih tinggi daripada populasi umum. Beberapa studi polling Gallup mengenai populasi umum telah menunjukkan ka-lau mereka dengan IQ lebih tinggi cenderung tidak percaya pada Tuhan,” kata Lynn kepada majalah Times Higher Edu-cation.
Menurut Lynn, keyakinan ber-agama telah menurun di 137 negara berkembang pada abad ke-20. Dan pada saat yang sama, masyarakat di negara-negara tersebut menjadi lebih pintar. Namun kesimpulan Lynn ini ditentang profesor lainnya. Menurut Profesor Gordon Lynch, direktur lembaga Centre for Religion and Con-temporary Society di Birkbeck College, London, Lynn telah me-lupakan kompleksnya faktor-faktor sosial, ekonomi dan se-jarah.(dtc) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin