|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Kota Manado dan Sekitarnya
|
14 Juni 2008
|
|
Pelayan Hotel
di Manado Belum 3S
|
Kinerja pelayan disejumlah hotel di Manado ternyata belum sepenuhnya bisa memuaskan para tamu baik dari Manado, mau pun dari luar. Pengeluh-annya paling banyak soal pe-layan yang bersikap kurang ramah dan sering menunjukkan muka cemberut.
Hal ini terungkap saat hearing
Dewan Kota (Dekot) Manado de-ngan Ketua Persatuan Hotel Res-toran Indonesia (PHRI) Manado, Aswin Saragih belum lama ini.
Ketua Komisi B, Amir Liputo mengatakan, pelayan hotel di Manado belum mencakup 3S, yaitu senyum, sapa dan sela-mat. “Di mana, tiga hal pokok ini harus selalu dipakai pela-yan saat menjamu para ta-mu-tamu yang datang di ho-tel, agar mereka bisa betah dan berlama-lama tinggal. Terle-bih karakter orang Manado yang suka bergaul dan supel harus ditonjolkan,” tandasnya.
Di sisi lain Anggota Komisi B, dr Frans Walangitan mem-beberkan bahwa pelayanan sejumlah hotel di Manado, memang menjadi bahan pem-bicaraan beberapa tamu. “Kejadian yang sama saya ala-mi sendiri, di mana saat teman saya menginap di salah satu hotel di Manado, pelayan menunjukkan muka cembe-rut. Yang menjadi pertanya-an, apakah mereka perlu la-tihan khusus tata cara se-nyum?” katanya.
Wakil Ketua Komisi D, Agus-tine Kambey juga turut mem-benarkan hal ini. “Di samping itu menurut saya hal lain yang harus diperhatikan pihak ho-tel adalah soal makanan, ja-ngan hanya selalu menunjuk-kan makanan dari luar. Ha-rusnya yang perlu ditonjolkan adalah makanan khas Mana-do yaitu bubur tinutuan. Be-gitu juga dengan pakaian adat,” tandasnya.
Menanggapi ini Saragih me-ngatakan, 13 Juni 2008 bertem-pat di Hotel Kawanua sudah diadakan pelatihan untuk para pelayan hotel, mencakup 3S. “Memang ini masukan yang bagus untuk hotel yang ada di Manado dan kami siap memperbaiki apa-apa yang masih kurang,” ucapnya.(aan)
|
|