|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Selatan |
14 Juni 2008
|
|
Busuk pucuk kelapa terus menggila di Minsela
Disbun Dituding Pilih Kasih, Petani Siap Gelar Demo
|
Dinas Perkebunan Minsel dinilai kurang serius dan terkesan pilih kasih dalam mengatasi penyakit busuk pucuk pohon kelapa di 17 kecamatan di Kabupaten Minsel. Bertolak alasan tersebut, ribuan petani kelapa asal Minsela (Minahasa Selatan Atas) berjanji akan menggelar aksi demo ke instansi tersebut, sebagai bentuk desakan agar masalah yang mereka hadapi mendapat perhatian serius.
Dikatakan tokoh masyarakat Minsela, Nobert HR Bujung SSos, ancaman penyakit busuk pucuk kelapa saat ini menjadi persoalan utama kalangan petani, di samping kenaikan BBM. Kekecewaan petani ma-kin bertambah di mana di saat harga kopra saat ini lagi bagus-bagusnya, Rp 800 per kilo, me-reka tidak bisa memproduksi tanaman mereka dengan normal.
“Amat disayangkan, potensi produksi kopra di Minsela yang sangat menjanjikan karena me-miliki luas lahan besar seperti di Ranoyapo dan Motoling, sa-yangnya enggan diperhatikan Dinas Perkebunan. Instansi ini malah hanya memfokuskan diri pada pencegahan busuk pucuk di wilayah Tenga dan Sinonsa-yang. Akibatnya peredaran pe-nyakit busuk pucuk di wilayah Minsela tak terbendung lagi. Bukti lain, produksi hasil panen kelapa kami turun drastis men-capai 50 persen,” ungkap Bujung.
Ditambahkannya, Dinas Perkebunan Minsel sepertinya menerapkan kebijakan pilih kasih. Indikasi ini tak hanya di-lihat saat ini di mana wilayah Tenga dan Sinonsayang diprio-ritaskan pencegahan busuk pucuk, namun sewaktu pem-bagian bantuan bibit wilayah kami mendapatkan jatah paling minim.
“Kalau tak ada halangan, ren-cananya pekan depan ribuan petani Minsela akan datang dan berorasi di Kantor Dinas Perke-bunan dan Kantor Bupati Min-sel. Tujuanya, kami petani kela-pa di Minsela ingin meminta keadilan dan perhatian peme-rintah yang dirasakan sangat kurang,” beber Bujung seraya mengusulkan kalau Kadis Per-kebunan tak mampu menjalan-kan tugasnya dipersilahkan mundur diri dari jabatan.
Menanggapi hal ini, Kadis Per-kebunan Minsel, Ir Izaak Ha-bibu ketika dikonfirmasi belum lama ini menyatakan kalau apa yang dikeluhkan petani kelapa di wilayah Minsela tidaklah be-nar. Sebab pihaknya sudah me-lakukan yang terbaik dan mak-simal tanpa mengenal waktu serta tak pilih kasih dalam memberikan pelayanan. “Yang saya tahu kami sudah maksi-mal memberantas penyakit bu-suk pucuk di Minsel. Demikian halnya bila diminta mundur dari jabatan, saya sudah siap dan tidak takut untuk dicopot,” beber Habibu pasrah.(pen)
|
|