|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Minahasa Selatan
|
14 Juni 2008
|
|
Tak libatkan tenaga lokal
Warga Tawaang Sorot Pembangunan PLTU
|
Pembangunan PLTU (Pembang-kit Listrik Tenaga Uap) Amurang berkapasitas 25 x 2 MW yang res-mi dicanangkan Gubernur Sulut, Drs Sinyo Harry Sarundajang Kamis (12/06) lalu, kini mulai mengundang protes warga Desa Tawaang. Ini dipicu sikap kon-traktor pembangunan PLTU yang lebih memilih tenaga kerja luar daerah pada proyek tersebut ke-timbang mereka warga setempat.
Warga menilai, sikap seperti itu bukti mereka tidak dihargai kontraktor pelaksana PLTU. “Disadari bahwa manfaat dari PLTU ini akan sangat memban-tu dan menunjang ketersediaan pasokan listrik di daerah Nyiur Melambai ke depan. Namun de-ngan mengabaikan tenaga kami untuk dipekerjakan sebagai te-naga kerja proyek tersebut oleh investor PLTU Amurang, ini ti-dak lebih sebagai bentuk pele-cehan. Kami juga tidak menun-tut kerja dan gaji yang muluk-muluk, karena kami sadar itu semua harus disesuaikan de-ngan kemampuan kami,” kata Meivo D Rumengan MSc dan Novri Alo Wongkar, tokoh pe-muda Desa Tawaang.
Selebihnya pertimbangan kea-manan, sudah tentu dengan adanya rekrutmen tenaga kerja warga desa, segala aset dan fasi-litas akan menjadi tanggung ja-wab bersama investor dan war-ga setempat. “Diharapkan aspi-rasi kami ini dipertimbangkan demi kenyamanan dan sukses-nya proyek PLTU ke depan nan-ti,” pungkas Rumengan.(pen)
|
|