|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Minahasa Tenggara
|
16 Juni 2008
|
Mengais Rejeki di Sungai Air Jatung
Cuaca hujan yang melanda daerah Mitra belakangan ini mendatangkan berkat tamba-han bagi masyarakat yang ada di Desa Basaan dan Desa Ra-tatotok. Betapa tidak, material jenis kerikil dan pasir yang ada di Sungai Air Jatung di mana kerap hanyut terbawa arus air hujan, mulai menjadi ladang pencarian baru warga setempat.
Bermodalkan karung plastik para ibu-ibu rumah tangga asal Desa Basaan dengan sema-ngat tidak menyia-nyiakan berkat yang mengalir itu de-ngan mengumpulkan material pasir dan kerikil. Hasil mate-rial yang dikumpul tersebut kemudian dijual sebagai modal kebutuhan sehari-hari mereka. Menurut Unggu Enock dan Pola Rumengan, pekerja-an ini baru saja ditekuni me-reka pascacuaca hujan dan banjir. “Soalnya banyak pasir yang hanyut kwa, dengan mengumpulkan satu karung pasir yang dijual sebesar Rp.1000 maka jika sehari bisa mendapatkan 35-50 karung,” ujar mereka.
Tidak saja ibu-ibu, namun anak-anak juga ikut pula mendapatkan kesempatan mengais rejeki dengan ikut membantu orang tua mereka menarik pasir. Bahkan kece-katan anak-anak bisa mele-bihi orang tuanya yang hanya bisa mencapai 50 karung plas-tik berukuran kecil.
Menariknya dari momen ini dikabarkan ada pasangan ca-lon peserta Pilkada yang me-manfaatkan kesempatan ter-sebut dengan memfasilita-sinya menyediakan kendaraan khusus untuk antar jemput penambang pasir dadakan hingga ke lokasi yang berada di Sungai Air Jatung terse-but.(dax)
25 Siswa SMA se-Mitra tak Lulus
RATAHAN - Sebanyak 25 siswa SMA yang tersebar di Mitra, Sabtu (14/06) kemarin menerima sampul berisikan hasil pengumuman Ujian Nasional (UN) dari Dinas Pendidikan dan Olahraga Mitra. Dan sebagaimana data yang diperoleh tercatat sekitar 25 siswa SMA se-Mitra dinyatakan tidak lulus.
Kadis Pendidikan dan Olahraga Mitra, Drs MJ Manoppo MSc mengatakan, pemberian sampul pengumuman yang dilakukan masing-masing sekolah dan diantar langsung ke alamat orang- tua siswa, murni untuk mengantisipasi munculnya aksi corat-coret dan aksi tidak terpuji lainnya.
“Dari 567 siswa SMA, 25 di antaranya tidak lulus. Dan untuk SMK yang berjumlah 37 siswa semuanya lulus 100 persen,” kunci Manoppo.(dax)
|
|