|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Bolmong,
Kotamobagu, Bolmut |
16 Juni 2008
|
|
Ketidaklulusan di KK disinyalir capai 70 siswa
Kelulusan Siswa SMA Bolmong Nyaris 100 Persen
|
Prestasi nyaris sempurna ditoreh Diknas Bolmong pada pelaksanaan UN SMA sederajat. Betapa tidak, tingkat kelulusan siswa SMA yang ditanganinya hampir mencapai 100 persen. Soalnya dari 823 siswa yang mengikuti Unas, hanya tiga yang tidak lulus. Ini sma saja dengan tingkat kelulusannnya mencapai 99 persen lebih.
Kadis Diknas Bolmong lewat Kasubdin Dikmen Drs Albert Tangkere menyampaikan ke-pada harian ini kemarin, (15/06), tiga siswa yang tidak lulus tadi, dua di antaranya dari SMAN 1 Bolaang dan satu lagi dari SMA Kristen Dumoga.
Dengan demikian, dari 17 se-kolah yang pelaksanaan UN-nya ditangani Diknas Bol-mong, 15 di antaranya menca-pai kelulusan 100 persen. Yak-ni enam SMA negeri, masing-masing SMAN Passi, Dumoga, Bolaang Uki, Pinolosian, Ko-tabunan dan SMAN Poigar. Berikut tujuh SMA Swasta, yakni SMA Swadharma Werdi Agung, SMA Advent Imandi, SMA PGRI Nanasi, SMA Lolak, SMA LKMD Tutuyan dan SMA YPPK Buntalo. “Sedangkan dua sekolah lagi adalah MA Mopu-ya dan SMK Mopuya. Kedua-nya juga mencapai kelulusan 100 persen,” kata Tangkere.
Sayangnya, tiga Madrasah Aliyah (MA) di Bolmong Induk, yang pelaksanaan Unasnya ditangani langsung oleh De-pag, dikabarkan tingkat kelu-lusan hanya mencapai 70 per-sen saja dari total 53 siswa yang mengikuti Unas. Ketiga MA tersebut adalah MA Lolak, MA Bolaang dan MA Dumi-nanga yang saat melaksana-kan Unas bergabung dengan MAN Kotamobagu.
“Kami tidak tahu pasti pro-sentase kelulusan di tiga MA ini, karena pelaksanaannya ditangani oleh Depag,” kata Tangkere, ketika ditanya soal tiga MA dimaksud.
“Sebab Diknas Bolmong sen-diri merasa pantas mendapat-kan hasil tadi, karena jauh-jauh hari sebelumnya kita telah meng-koordinasikan dengan semua sekolah mengenai pelatihan mau pun strategi mengikuti UN ini,” imbuhnya.
DIKNAS KK
Pada bagian lain, Diknas KK sendiri terkesan sangat tertu-tup dalam memberikan data kelulusan dua ribu lebih pe-serta UN-nya. Hal itu terlihat ketika harian ini menghubungi Kadis Diknas Drs Hamri Ma-noppo kemarin, namun ia me-ngaku masih berada di Mana-do, sehingga mengarahkan untuk menanyakan data ke-pada Kasubdin Dikmen Bur-han Humalingo. Sayangnya, Burhan sendiri ketika dikon-firmasi lewat ponsel bernomor 085240733xxx, sedang berada di luar jangkauan.
Sebelumnya harian ini juga sempat menghubungi staf di bagian Dikmen Diknas KK, Rastono. Ia berkelit bahwa data kelulusan sudah diserah-kan di Manado kepada sekolah masing-masing sejak Jumat sore untuk diumumkan Sabtu lalu. “Datanya belum masuk pada kami, kebetulan Sabtu juga kan libur,” ujarnya.
Meski begitu, harian ini men-dapat info bahwa tingkat ke-tidaklulusan siswa SMA di Kotamobagu mencapai puluh-an orang. Salah satu sekolah pengoleksi ketidaklulusan terbanyak adalah SMKN 1 Kotamobagu, yang mencapai lebih dari 70 siswa. Sedangkan SMA lainnya, seperti SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3 dan SMAN 4, kabarnya ada satu atau dua orang yang tidak lulus.
“Setahu saya, sekolah ter-banyak yang tidak lulus ada-lah SMKN 1 Kotamobagu. Katanya lebih dari 70 orang,” ujar sumber harian ini.(tus)
|
|