|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
16 Juni 2008
|
|
Tahun 2008, Enam Negara Tanam Modal di Sulut
|
Sedikitnya, tahun 2008 ini enam negara sudah menanamkan modalnya di Sulut sebesar 23.600.000 USD, sedangkan investasi terbesar berasal dari negara Cina, senilai 8.650.000 USD, berupa jasa penunjang pertambangan umum seperti PT Tong Chang Mining Indonesia di Bitung.
Data yang diperoleh dari Kan-tor Badan Koordinasi Pena-naman Modal Daerah (BKPMD) Sulut menyebutkan, enam ne-gara tersebut adalah Cina, Be-landa, Denmark, Inggris dan Korea serta Australia.
Kepala Kantor BKPMD, Tonny C Korah, Jumat (13/06) menga-takan, dari enam negara PMA investor Inggris memiliki usaha pembangkit listrik tenaga Biomassa, yang dikelola oleh PT Multi Nabati Sulawesi dengan anggaran investasi 7.850.000 USD, dan industri minyak ma-kan (minyak kasar) dari nabati oleh PT Multi Nabati Sulawesi. Sementara industri lainya seperti PT Lky Sea Food, se-besar 800.000 USD merupa-kan industri pembekuan ikan dan biodata perairan lainnya asal Korea.
Sedangkan investasi daerah (PMDN) hanya dimiliki oleh produksi minuman ringan, yakni PT Bangun Wenang Be-verages Coy yang lisensi Coca-cola, sebesar Rp 28. 460.000.000 di Kabupaten Minahasa Utara, jelas Korah.(wel)
Rencana Investasi PMA 2008
No. Nama Perusahaan Lokasi Nilai Investasi Negara
01. PT Tong Chang Mining Minut/Bitung 8.650.000 USD Cina
02. PT Celebes Sea Minut 500.000 USD Belanda
03. PT Conoka Internasional Manado 250.000 USD Denmark
04. PT Multi Nabati Sulawesi Bitung 7.850.000 USD Inggris
05. PT Multi Nabati Sulawesi Bitung 5.050.000 USD Inggris
06. PT Lky Sea Food Bitung 800.000 USD Korea 07. PT Ocean Rover Ceuise Manado 500.000 USD Australia
Jumlah : 23.600.000 USD
Sumber: BKPMKR Sulut
|
|