|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Minahasa Utara
|
16 Juni 2008
|
|
Warga Pertanyakan Drainase Induk
|
Airmadidi-Skala prioritas pembangunan di Minut selang empat tahun berjalan nampaknya, harus dievaluasi. Pasalnya, Kota Airmadidi seba-gai Ibukota Minut, hingga kini belum memiliki drai-nase induk untuk mengantisipasi berbagai per-kembangan pembangunan yang terjadi di Minut.
Sebut saja terbukanya area perkantoran bersama, sejumlah perumahan dan fasilitas lainnya, tidak diantispasi dengan pembenahan drainase induk di ruas jalan Airmadidi-Bitung. Akhirnya jika hujan turun semua air mengarah ke jalan utama Airmadidi dan menciptakan ma-salah baru.
Salah satu pengembang perumahan di Minut mengatakan, seiring perkembangan Minut seharusnya skala prioritas pembangunan dikaji kembali dan diletakan pada kepentingan ma-syarakat. “Drainase di sejumlah perumahan su-dah tertata baik, tapi sayangnya, Pemkab Minut tak mengimbangi dengan pembenahan drainase induk di sepanjang ruas jalan Airmadidi-Maumbi. Dari Taman SBY hingga pusat Kota Airmadidi ka-lau hujan sangat memprihatinkan. Ini karena pem-bangunan skala prioritas yang tidak tepat sasar-an,” ujar Pak Reddy, salah satu warga Airmadidi.
Dirinya berharap, Pemkab Minut dapat menyia-sati pada anggaran ke depan soal pembangunan drainase induk. “Sebab jika terlambat diantisipasi maka akan berdampak luas bagi masyarakat Minut,” pungkasnya.(irv)
|
|