|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Minahasa Utara
|
16 Juni 2008
|
Keberangkatan anggota DPRD Minut yang terbagi da-lam tiga Panitia Khusus ke Jakarta, Banten dan Ban-dung pekan lalu mendapat so-rotan dari elemen masya-rakat.
Ketua LSM Gebrak Minut, Will Luntungan, Sabtu (14/06) menegaskan, keberang-katan para legislator keluar daerah dengan alasan studi banding (studing) yang ham-pir berbarengan waktunya dengan reses yang seharusnya digunakan untuk sosialisasi ranperda patut dipertanyakan.
“Sebab dua-duanya mengu-ras uang rakyat. Kalau para Wakil Rakyat keluar daerah, lalu di mana mereka perguna-kan dana reses tersebut? Be-narkah dipakai buat sosialisa-si Ranperda pada masyarakat Minut?,” tegas Luntungan.
Menurutnya, ada sejumlah anggota dewan, nyaris selalu absen saat pembahasan Pan-sus. “Tapi saat akan ada stu-ding, justru muncul semua,” ungkapnya.
Sementara Sekretaris DPRD Minut, Drs Maxmillian Puru-kan saat dikonfirmasi membe-narkan keberangkatan stu-ding para legislator.
“Ada tiga daerah tujuan yang akan mereka kunjungi terkait dengan ranperda yang diba-has. Ada yang ke Jakarta dan Bandung, ada juga yang ke Ja-karta, Bandung dan Banten. Mereka studing selama empat hari, dengan SPPD Rp 5,2 juta per anggota,” jelas Purukan.(irv)
|
|