|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Politik dan Pemerintahan
|
16 Juni 2008
|
|
Perikanan Sulut Hadapi Permasalahan Kompleks
|
Upaya revitalisasi perikanan yang sejauh ini diberdayakan Pemprop Sulut, belum menun-jukkan hasil yang maksimal. Ma-kanya tak heran jika sektor ini, belum mampu memberikan hasil yang diharapkan.
Dikatakan Kepala Dinas Per-ikanan Propinsi Sulut, Ir Xandra-maya, hal ini lebih disebabkan oleh banyaknya kendala yang dihadapi, antara lain adanya ille-gal fishing, dominasi usaha per-ikanan tangkap skala kecil, fi-shing ground yang semakin jauh, kenaikan BBM, harga ikan yang relatif tetap serta rendahnya bar-gaining position produk per-ikanan.
Sementara untuk perikanan bu-didaya, kendala yang dihadapi adalah tingginya harga pakan dan benih ikan, rendahnya kualitas rumput laut serta teknologi budi-daya yang masih rendah. Namun lebih dari itu, kerusakan ekosistem pesisir dan laut di sejumlah ka-wasan juga menjadi pemicu ren-dahnya perikanan tangkap.
“Banyaknya kendala serta per-masalahan yang kompleks ini se-cara langsung sangat mempe-ngaruhi kelangsungan perikanan di daerah kita yang diharapkan akan mampu menyerap sektor tenaga kerja, mengurangi ke-miskinan, meningkatkan daya saing serta meningkatkan kese-jahteraan nelayan, pembudidaya, pengolah dan masyarakat,” terangnya.(eda)
Komoditas Sasaran Realisasi Persen
Perikanan Budidaya (ton) (ton) (%)
- Rumput Laut 14.260 1.060.3 7.4
- Udang 198 28.4 14.3
- Nila 12.372 2.815.8 22.8
- Kerapu 109 41.5 38.1
- Ikan Hias 48.000 ekor 6.250 ekor 13
- Ikan Gurame 52 - -
- Ikan Bandeng 82 3.1 3.8
- Ikan Mas 4.434 1.040.4 23.5
- Ikan Kuwe 25 11.3 45.2
- Teripang - - -
- Sidat 3.900 ekor 131.3 3.4
- Tuna 49.173.2 11.338.3 23.1
- Cakalang 71.031.2 15.689 22.1
- Tongkol 25.470 5.473.3 21.5
Sumber : Dinas Perikanan Propinsi Sulut
|
|