HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

17 Juni 2008

Artalyta Pernah Antar SBY Menemui Gus Dur 


Artalyta Suryani yang meng-guncang para petinggi di Ke-jaksaan Agung, ternyata juga mempunyai kedekatan khu-sus dengan lingkungan ista-na. Hal ini disampaikan Adhie Massardi, mantan jubir pre-siden era Gus Dur. Menurut dia, percakapan Artalyta de-ngan Ibu Negara Ani Yudho-yono dan Kapolri pernah dilakukan, dan sebaiknya turut diperdengarkan dalam persidangan. 
“Perkenalan Artalyta dengan Istana Kepresidenan sudah jadi rahasia umum. Saya men-dampingi Gus Dur menjelang Pilpres 2004 saat menerima SBY datang meminta duku-ngan. Ketika itu, yang meng-atur jadwal pertemuan dan mengantarkan SBY ke rumah Gus Dur adalah Artalyta,” kata Adhie. 
“Ketika itu, di ruang tamu ada SBY, Artalyta, Gus Dur, Ibu Sinta Nuriyah, Yenny Wa-hid, dan saya sendiri,” lanjut Adhie. Adhie mengisahkan, saat itu Artalyta akhirnya lebih memilih ke luar dari ruang tamu dan tidak ikut mendengarkan pembicaraan Gus Dur dan SBY. 
“Saya ikut mendengarkan. Saya juga sempat kok bicara berdua dengan Artalyta. Ma-lah waktu SBY dan Arthalyta mau pulang dari Ciganjur, saya dikasih uang oleh Arta-lyta. Katanya buat beli rokok. Nilainya lumayan. Nggak perlu saya sebutkan. Tidak etislah,” ungkap Adhie.
Jadi, menurut Adhie, sangat wajar jika dalam keadaan panik di saat Urip tertangkap petugas KPK, Artalyta lang-sung menghubungi banyak petinggi di negara ini untuk meminta pertolongan. “Ka-rena panik, wajarlah Artalyta langsung menelepon Pre-siden, Ibu Negara, menteri, atau pejabat level-level atas dan menengah lain. Artalyta kenal semua orang penting di negara ini,” tukas Adhie. 
Dengan begitu, menurut Adhie, “Antasari tidak perlu pasang badan dan menyem-bunyikan fakta tentang ada-nya percakapan Artalyta dengan dirinya, Kapolri, bah-kan Ibu Negara. Pokoknya, pembicaraan apa saja yang dilakukan Artalyta pada hari penangkapan Urip itu wajib diungkap dalam persidangan. Jangan hanya berani sama pejabat Kejagung, dong.”
Adhie menambahkan, dari cara Artalyta menyebut na-ma-nama orang, jelas tersirat keakrabannya. “Cara Artalyta menyebut nama Antasari, mi-salnya, itu kan akrab. Anta-sari kan baru enam bulan jadi Ketua KPK. Sebelumnya itu, puluhan tahun ia jadi jaksa. Sementara sepak terjang Artalyta juga di Kejaksaan,” jelas Adhie.
“Karenanya, jangan hanya rekaman pejabat Kejagung yang diperdengarkan. Rekam-an pihak lain yang dihubungi harus dibuka juga, termasuk dengan Antasari. Jika me-mang Antasari bersih, jelas akan terdengar dari rekaman itu. Hakim bisa memerintah-kan agar dihadirkan daftar print-out dari semua percakap-an dan SMS Artalyta dari se-mua nomornya,” tegas Adhie.
Sementara itu, menyikapi koneksi politik antara Presi-den SBY dengan terdakwa kasus suap Artalyta Suryani menjelang Pilpres 2004, dianggap halal. Sebab koneksi di antara kedua tidak ter-kandung unsur pidana. “Per-temuan itu saya rasa halal saja, mungkin dalam rangka saat itu untuk meminta dukungan guna pilpres,” kata Sekretaris F-PDIP Ganjar Pranowo di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/06).
Hal senada disampaikan Ketua FPPP Lukman Hakim Syaifudin. Menurutnya, Artalyta sudah dikenal memiliki jaringan yang cukup luas di kalangan elit politik. “Kalau Artalyta ketemu SBY dan Gus Dur untuk tujuan politik, itu nggak ada ma-salah. Yang ada masalah di sini kan kalau ada indikasi tindak pidana,” ujarnya. “Tapi ini kan harus dibuktikan semua. Kita tidak bisa memakai asas praduga dugaan,” ujar Lukman Hakim Syaifuddin.(inc)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin