|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
17 Juni 2008
|
Jaksa Agung Hendarman Supandji menegaskan tidak terlibat kasus konspirasi tim penyidik Kejagung RI dalam kasus BLBI Sjamsul Nursa-lim. Dia pun menolak meng-undurkan diri dan bertekad menuntaskan pembersihan internal institusinya.
“Saya nggak akan mundur. Saya ada di luar masalah, saya harus menyelesaikan masalah!” tegas Hendarman menjawab pertanyaan warta-wan di Gedung Utama Keja-gung RI, Jalan Sultan Hasanud-din, Jakarta, Senin (16/06).
Menurut dia, mengundur-kan diri bukan langkah tepat menyelesaikan masalah secara tuntas. Justru dengan tetap aktif sebagai Kejagung RI, ia dapat melaksanakan berbagai tindakan hukum pada anak buahnya yang diduga terlibat konspirasi suap. “Kalau saya memang masuk masalah itu (suap), mundur bukan masalah bagi saya,” sambungnya.
Sementara itu, Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) MS Rahardjo akan memeriksa koleganya, Jamdatun Untung Udji Santoso, yang diketahui melakukan pembicaraan dengan Artalyta Suryani alias Ayin pada Selasa, 17 Juni ini.
“Besok (hari ini, red) Untung akan diperiksa oleh Jamwas,” ujar Kapuspenkum Kejagung, BD Nainggolan.
Nainggolan mengatakan, setelah Untung, tim pemerik-sa dari Jamwas akan meme-riksa mantan Jampidsus Ke-mas Yahya Rahman. Semen-tara itu, jadwal pemeriksaan Jamintel Wisnu Subroto be-lum diketahui. Menurut Naing-golan, saat ini ada tiga orang jaksa yang tengah diperiksa Pengawasan. Mereka adalah bagian dari 11 jaksa dari Pid-sus dan intel yang juga dijad-walkan diperiksa. Nainggolan mengatakan, pemeriksaan in-ternal Kejagung ini untuk me-ngetahui ada tidaknya pelang-garan kode etik yang dilaku-kan para jaksa itu.(dtc/*)
|
|