|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Pendidikan dan Budaya |
17 Juni 2008
|
|
Soal tingginya angka kelulusan UN SMA sederajat
Tingkat Kelulusan (Juga) Harus Diuji Dengan Hasil Seleksi Masuk PT
|
Meningkatnya prosentasi kelulusan Ujian Nasional (UN) 2008 Sulut untuk tingkat SMA sederajat yang hampir mencapai 100 persen menurut pemerhati pendidikan, Dr Tommy Palapa menjadi kebanggaan tersendiri bagi semua pihak. Meskipun
demikian, menurutnya, hasil ini masih harus ‘diuji’ lagi dengan hasil penerimaan seleksi masuk perguruan tinggi (PT) nantinya.
“Sebagai masyarakat Sulut, saya merasa bangga. Tapi rasanya angka tersebut terlalu tinggi. Untuk itu saya berharap agar semuanya dilakukan dengan baik. Tapi tentunya di sisi lain ini juga merupakan kebanggaan bagi dunia pendidikan,” tukas Palapa kepada Komentar.
Meskipun demikian, ditegaskannya bahwa hal ini bukan dalam konteks menuduh penyelenggaraan UN tidak dilakukan sebagaimana mestinya. “Sebab ini bisa menjadi parameter keberhasilan pendidikan Sulut, namun di lain pihak harus diakui bahwa angka yang hampir 100 persen ini sangat fantastis,” lanjutnya.
Untuk itu menurut Sekretaris Program Pascasarjana Unima ini, hasil gemilang dalam UN ini harus juga diperkuat dengan capaian dalam penerimaan PT. “Kalau hasilnya berbanding terbalik, berarti tingkat kelulusan dipertanyakan. Tapi jika berbanding lurus berarti benar-benar menggambarkan makin meningkatnya kualitas pendidikan kita,” tandasnya.
Senada dikemukakan Ketua Yayasan Pendidikan Katolik (YPK) Keuskupan Manado, Pastor Fred Tawaluyan Pr. ”Kelulusan siswa yang hampir 100 persen tetap akan menjadi pertanyaan. Syukurlah kalau kelulusan didapat dengan cara yang wajar. Kita harus berbanggas karenanya. Tapi kalau tidak, sama saja dengan mematikan mutu pendidikan,” urainya.
Apalagi menurutnya, meskipun standar kelulusan memang sama, tapi bobot isi pembelajaran di masing-masing sekolah dan kelas tidak sama. “Juga dari pantauan selama ini, terjadi tren untuk meminta UN dengan segala bentuknya dihapuskan saja dan masalah kelulusan siswa diserahkan kepada sekolah,” pungkasnya.
Diketahui prosentasi kelulusan UN tahun 2008 untuk tingkat SMA dan SMK se-Sulut sesuai data Diknas Sulut, meningkat dibandingkan tahun 2007 lalu. Kelulusan UN SMA mencapai 97 persen dan SMK 96,13 persen. Bandingkan tahun 2007 lalu, dimana prosentasi kelulusan SMA ‘hanya’ 96 persen dan SMK 95,06 persen.(vic)
|
|