|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Mimbar dan Keagamaan
|
17 Juni 2008
|
|
Kelulusan, Berkat Tuhan yang Harus Disyukuri
|
Tingkat kelulusan siswa-siswi SMU se-Sulut dalam Ujian Na-sional (UN) yang lebih baik dari tahun sebelumnya merupakan berkat Tuhan bagi dunia pendi-dikan bahkan masyarakat Sulut umumnya. Dengan demikian berkat Tuhan tersebut harus mampu disyukuri baik siswa sebagai pribadi maupun sekolah dan dunia pendidikan umum-nya. Demikian disampaikan ro-haniwan Sulut, Pastor Fred Tawaluyan dari Keuskupan Ma-nado dan Drs Anwar Panawar, Ketua Muhammadyah.
Menurut keduanya, keberha-silan tersebut tentu diraih bukan dengan tanpa proses termasuk pertolongan Tuhan. Selain itu in-dikator makin meningkatnya sa-rana dan prasarana serta alat pembelajaran, peningkatan pro-fesionalisme guru lewat sertifi-kasi maupun komunikasi dan transparansi yang semakin in-tens. Bahkan saat ini sekolah swasta terutama yang dikelola yayasan keagamaan semakin memacu peningkatan kualitas pendidikan.
Tawaluyan secara khusus me-ngingatkan dan berharap kelu-lusan ini diperoleh dengan fair dan sangat disesalkan jika kalau ada permainan di balik itu yang malah akan memperburuk kua-litas pendidikan. Tawaluyan pun mencetuskan ide agar UN diha-puskan dan semua hasil dise-rahkan kepada sekolah sehingga pendidikan menjadi satu proses pembelajaran. “Apapun, bagai-manapun pendidikan adalah suatu proses yang berkesinam-bungan termasuk penilaian ujian akhir sekolah,” tukasnya.
Karenanya mereka berharap dan menyarankan pada sekolah dan guru tetaplah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya namun harus diingat jumlah kelulusan siswa bukan hanya tergantung pada guru tapi juga kepada siswa itu sendiri, sekolah dan guru hanya fasilitator bagi pendidikan. Sementara bagi yang tidak lulus harus tetap bangkit dan maju.(gra)
|
|