HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

18 Juni 2008

Terkait pencalonan istri bupati 
Demi Netralitas, PDIP Minta Pontoh Dicopot


DPC PDIP Mitra Selasa (17/06) kemarin menggelar rapat melibatkan unsur DPD PDIP dan pengurus PAC PDIP se Mitra, bertempat di Sekreta-riat PDIP Lowu, Ratahan. Ha-sil rapat ini menelorkan reko-mendasi di mana merujuk pertimbangan demi tercip-tanya netralitas di Pilkada Mitra 24 Juli mendatang, di-mintakan Pemprop Sulut men-copot Drs Albert Pontoh MM sebagai penjabat Bupati Mitra.
Desakan ini turut diamini Korwil PDIP Mitra-Minsel James Sumendap SH didam-pingi pengurus lengkap DPC PDIP Mitra, Korwil PDIP Rata-han Musa Rondo, Novi Kolinug, Ketua PAC Pusomaen Crisno Katiandagho, Ketua PAC Rata-han Sammy Pongilatan, Ketua PAC Belang H Muzakir Andaria, Ketua PAC Tombatu Billy Mu-naiseche, Ketua PAC Ratatotok Deker Mamusung serta Ketua PAC Touluaan Royke Pelleng. 
Dikatakan Sumendap, haki-katnya sebuah pesta demokrasi wajib diselaraskan dengan si-kap-sikap netralitas. Tak hanya warga pemilih, netralitas sudah harus ditunjukkan dari sikap dan tindak-tanduk kalangan top eksekutif mau pun legis-latif, serta sudah tentu tokoh-tokoh anutan warga. Sehingga terkait pencalonan istri Albert Pontoh, Ny Mala Pontoh-Mai-langkay, menurut penilaian PDIP jelas situasi ini rentan memunculkan penyimpangan asas netralitas.
“Ini yang menjadi landasan acuan kami hingga menelur-kan desakan ke Pemprop Sulut agar secepatnya bisa mencopot Drs Albert Pontoh MM dari ja-batannya sebagai Penjabat Bu-pati Mitra. Kan beberapa wak-tu lalu Pak Pontoh beri state-men bahwa meski dirinya su-dah meminta mundur, namun atasan tak mengizinkan. Nah, kami berpikir solusi terbaik yakni dengan mencopot beliau saja dari jabatannya,” tandas Sumendap.
Hal lain yang ingin dipertegas dari desakan tersebut, lanjut-nya, yakni bagaimana menjaga netralitas dan wibawa pemerin-tah dalam melaksanakan pesta demokrasi. Sebab apa pun hen-dak dikata, keikutsertaan istri bupati dalam pilkada jelas ber-potensi besar menimbulkan ke-tidaknetralan dalam pilkada nanti. 
RANJANG
Sehubungan hal di atas, Pontoh Kamis (12/06) lalu saat mengikuti sidang paripurna di DPRD Mitra sempat menyentil komitmen netralitasnya dalam pilkada di wilayah yang dipim-pinnya. Ia ketika itu dengan lantang menyatakan siap pisah ranjang dengan istrinya bila-mana KPUD Minsel telah resmi menetapkan kandidat Bupati dan Wakil Bupati Mitra nanti.
“Jangankan pisah ranjang, pisah rumah pun saya sudah siap. Saya sudah menyiapkan rumah khusus bagi istri saya sehingga tidak memunculkan kecurigaan di tengah masya-rakat. Tamu mau pun tim suk-ses nantinya bisa leluasa me-nemui istri saya tanpa takut diintervensi,” kata Pontoh mengurai senyum. 
Dirinya juga menyentil soal harapan sejumlah kalangan di Mitra yang menghendakinya mundur dari jabatan bupati supaya netralitas pilkada tetap terjaga, menurutnya sah-sah saja. “Soal desakan agar saya mundur dari jabatan saat ini, jangankan masyarakat yang meminta, waktu lalu pun saya sudah mengajukan surat per-mohonan diri namun atasan tetap menolak. Ini artinya ata-san saya masih mempercayai saya. Des, saya mau tak mau ha-rus mematuhi aturan yang ada,” tandas suami dr Mala Milana Mailangkay MKes ini.(dax)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin