|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
19 Juni 2008
|
|
Kapolri: Tersangka Baru
Pembunuh Munir Oknum BIN
|
Tersangka baru pembunuh aktivis HAM Munir adalah ok-num anggota Badan Intelijen Negara (BIN). Kapolri meminta agar tidak menyebutkan nama dan institusi tersangka baru ter-sebut. “Jangan menyebut insi-tusi. Ini kan dilakukan oleh ok-num,” ujar Kapolri Jenderal Su-tanto di Mabes Polri usai pe-lantikan Kapolda Maluku dan Kadiv Propam, Rabu (18/06).
Saat ditanyakan nama ter-sangka baru adalah Muchdi PR, mantan Direktur IV BIN, Kapolri mengingatkan warta-wan agar tidak menyebut na-ma. “Kalau masih diperiksa dan status masih tersangka, tidak bisa kita sebutkan nama. Harus pakai inisial,” kata Sutanto.
Namun, saat dikejar apakah Muhdi PR yang mantan Dan-jen Kopassus atau inisial M, Sutanto menyatakan bahwa nanti akan ada waktunya di-umumkan inisial tersangka. Saat ditanyakan soal infor-masi pengiriman surat pang-gilan terhadap Muhdi untuk diperiksa Barreskrim Polri, Sutanto menegaskan bahwa,” Itu teknis. Silakan tanya ke Barreskrim Polri,” tegas Su-tanto.
Sebelumnya, Sutanto me-nyatakan bahwa belum dise-butkannya nama tersangksa baru kasus Munir, karena menjaga keamanan. Saat wartawan menanyakan, jika tersangka ditangkap apakah akan ada kerawanan? Sutan-to menegaskan, “Tidak. Ini kan negara hukum. Semua orang juga tahu dan semua orang menghormati proses hukum yang berlaku,” ujar Kapolri.
Saat wartawan kembali me-negaskan nama tersangka ba-ru kasus kematian Munir ada-lah Muchdi, Kapolri mengata-kan, “Siapa pun dia, dan ter-bukti sesuai alat bukti yang ada, pasti akan kita proses hu-kum,” tegas Sutanto. Saat ditanyakan keterlibatan anak buah Muchdi PR, yakni Kol Budi Santoso, dalam kasus ke-matian Munir, Sutanto mene-gaskan, “Ini masalah hukum. Tentu kita tidak bisa ungkap. Tolong ikuti aturan yang berla-ku. Kalau masih diperiksa atau menjadi tersangka, tidak bisa kita sebutkan namanya. Harus pakai inisial,” kata Sutanto.
Kapolri menjanjikan, jika wak-tunya tiba, pasti akan diberita-hukan. “Tunggu waktunya sa-ja,” tegas Sutanto.(mdc)
|
|