|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
19 Juni 2008
|
|
Surat seorang bocah, kunci kemenangan Azzurri
Italia dan Prancis Puji ‘Fair Play’ Belanda
|
ADA dua emosi yang berto-lak belakang ketika Italia me-nang atas Prancis.
Luapan kegembiraan melan-da kubu fans Italia. Di sisi lain, linangan air mata kese-dihan menyelimuti fans Les Bleus, karena menyadari timnya harus segera angkat koper. Tapi ada satu ‘kese-pakatan’ bersama yang ter-maktub dari fans Italia dan Prancis pada saat itu. Apa itu? “Kami menghormati sikap fair play Belanda.’’ Demikian lontaran kalimat sanjungan kedua kubu terhadap skuad Marco van Basten.
‘’Ini sangat mengecewakan. Prancis tampil kurang meya-kinkan. Soal Belanda, mereka telah bermain sepakbola yang benar dan sangat fair. Ini ha-nya masalah olahraga dan sa-ya senang menjadi bagian dari suasana yang menyenangkan ini,’’ ungkap supporter Pran-cis, Lionel Auzet menerima hasil grup C dengan ikhlas. Pujian terhadap Belanda juga datang dari fans Italia.
“Terasa menyenangkan. Ka-mi seperti gila dan Anda tak bisa membayangkan betapa kami berbahagia. Kami men-cintai Belanda,” kata suppor-ter Italia berumur 25 tahun, Gianni de Rossi seraya me-nambahkan, “Robin van Per-sie adalah pahlawan kami malam ini.”
Pendukung Italia memang sangat berterima kasih terha-dap Belanda, yang meski su-dah lolos dan menjadi juara grup C, tetap saja bermain ngotot untuk meraih keme-nangan. Hasil menang Belan-da atas Rumania 2-0, benar-benar menyelamatkan Italia. Seandainya Belanda ‘menga-lah’ maka akan sia-sia pertan-dingan Italia vs Prancis. Berapa pun hasil keduanya, tetap saja mereka tersingkir.
Fans Belanda sendiri me-nyatakan bangga dengan sikap fair play timnya.
“Kami punya kesempatan memulangkan Italia dan Prancis. Tapi, saya senang tim kami bermain fair,” kata supporter Belanda berumur 20 tahun, Job van Leeuwen.
“Jika nanti Italia akhirnya mengalahkan kami, itu urus-an lain. Tak masalah, Yang saya takutkan justru Spanyol atau Portugal,” tambahnya.
RAHASIA ITALIA
Italia memang tertolong berkat kemenangan Belanda atas Rumania. Tapi jika kalah atas Prancis, tentunya Azzurri akan tersingkir. Lalu apa resep kemenangan 2-0 Italia atas Thierry Henry dkk? Pelatih Italia, Roberto Donadoni menceritakan sebuah kisah menyentuh. Ternyata, di balik keme-nangan itu ada energi dan semangat besar yang me-mompa para pemain Italia. Sumber dari semangat dan energi itu adalah seorang bocah yang sedang tergolek lemas di sebuah rumah sakit di Italia.
Donadoni tak mau menye-butkan namanya. Namun, ka-tanya, bocah itu telah mengi-rim surat ke Tim Italia. Dia ingin merasakan kebahagiaan atas kemenangan Italia, seba-gai hiburan terbesar atas sa-kitnya yang parah. Dan, saat menulis surat itu, sang bocah menceritakan segera menda-patkan transfusi darah ka-rena sakitnya memang parah. “Sebab itu, saya jadi ingin berbicara kepada anak-anak muda apa yang terjadi di sekitar kita. Sebab, hidup dimulai dari hal-hal penting,” kata Donadoni.
“Kami telah menerima surat dari seorang bocah. Dia me-nulis surat khusus buat tim Italia. Dia menceritakan akan menerima transfusi darah. Dia menginginkan kami me-nang (lawan Prancis, red) ka-rena itu yang bisa membuat-nya bergembira dan berso-rak,” jelas Donadoni. “Saya kemudian menceritakan hal itu kepada para pemain agar mereka bisa keluar dari kan-dang emasnya. Ini ternyata memberi energi luar biasa ke-pada kami. Semacam insen-tif,” lanjut Donadoni.
“Cerita itu menyentuh hati para pemain dan mereka ter-haru,” jelasnya. Itu memberi energi lebih kepada Italia untuk tampil habis-habisan lawan Prancis dan akhirnya memenangkannya. Donadoni dan seluruh pemainnya kini bahagia. Tidak saja karena timnya lolos ke perempat fi-nal, tapi juga sukses mem-buat bocah yang sedang ter-golek sakit itu bisa bersorak bahagia seperti harapan-nya.(ap/ihc)
|
|