|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
20 Juni 2008
|
|
Kapolda lantik sejumlah pejabat baru di jajarannya
Kapoltabes Lama Dilepas Pakai Bendi
|
Kapolda Sulut Brigjen Bekto Suprapto MSi, Kamis (19/06), melantik Irwasda Polda sekali-gus memimpin sertijab tiga direktur, kapoltabes dan enam kapolres di jajaran Polda Su-lut. Dalam sambutannya, ka-polda menyatakan bahwa mutasi personel merupakan hal penting dan perlu dilaku-kan. Ini menunjukkan adanya dinamika organisasi dalam rangka penyegaran personel, di samping itu pergantian ja-batan tersebut merupakan konsekuensi dari tuntutan reformasi menuju Polri yang mandiri dan profesional. “Per-geseran seperti ini akan terus digulirkan guna menempatkan personel-personel yang po-tensial dan terpilih untuk men-duduki jabatan tertentu,” ka-tanya.
Kepada para pejabat yang pin-dah tugas, ia menyampaikan terima kasih atas pengabdian mereka. Walaupun masih ada beberapa permasalahan yang belum terselesaikan. Tapi ini dapat dimaklumi karena ke-terbatasan personel, sarana dan sumber daya yang ada. “Tapi saudara-saudara telah menunjukkan loyalitas dan tanggung jawab dalam melak-sanakan tugas. Sehingga sam-pai saat ini kondisi kesatuan dan situasi kamtibmas tetap kondusif dan dapat dipertang-gungjawabkan,” ujar kapolda.
Menariknya, mutasi kali ini diwarnai ‘pulang kampungnya’ tiga pamen berdarah Mina-hasa setelah bertahun-tahun tugas di luar Sulut. Ketiganya masing-masing Dirnarkoba Polda Kombes Drs Victor Jou-bert Lasut MM, Kapoltabes Ma-nado AKBP Drs Royke Lumo-wa MM dan Kapolres Bolmong AKBP Set Stephanus Lumowa SIK. Sebelumnya Kombes Drs Victor Joubert Lasut MM men-jabat posisi Dirnarkoba Polda Maluku. Sementara AKBP Drs Royke Lumowa MM sebelum-nya memegang jabatan Wadir-lantas Polda Sumut dan AKBP Set Stephanus Lumowa SIK menjabat sebagai Kapolres Kepu-lauan Mentawai Polda Sumbar.
BAMBANG SUGENG DILEPAS PAKAI BENDI
Sementara di tempat terpi-sah, mantan Kapoltabes Ma-nado Kombes Bambang Su-geng SH MH bersama istri, di-lepas meninggalkan Mapolta-bes dengan menggunakan ben-di, dalam upacara pelepasan pejabat lama dan penerimaan pejabat baru. Menariknya, ben-di tersebut ditarik oleh para ka-polsek dan diiringi Kapoltabes Manado AKBP Royke Lumowa MM beserta perwira dan bin-tara di jajaran Poltabes Manado hingga Jalan 17 Agustus.
Selanjutnya, Bambang Su-geng melanjutkan perjalanan dengan mengendarai sendiri Harley-Davidson 1250 cc ke-sayangannya menuju rudis di Sario untuk berkemas. Semen-tara sang istri menumpangi mobil. Sebelumnya, Bambang Sugeng mengucapkan terima kasih kepada para perwira dan bintara di jajaran Poltabes Manado yang sudah melaksa-nakan tugas dengan baik. Se-lain itu, ia meminta maaf jika sudah menindak para anggota yang melanggar aturan.
“Kalau saya tak berikan sanksi, baik teguran ataupun pemecatan, berarti saya telah melanggar aturan karena la-kukan pembiaran terhadap anggota yang melanggar atu-ran,” tutur pamen yang akan jadi Dirlantas Polda Riau ini.
Ia pun meminta jajaran pol-tabes untuk mendukung ka-poltabes yang baru dan terus meningkatkan kinerja pelaya-nan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kapoltabes AKBP Drs Royke Lumowa MM menegaskan dirinya ditugas-kan Mabes Polri dan Kapolda untuk melayani masyarakat. “Saya ke sini untuk melayani masyarakat,” tegasnya. Yang menarik, ia sempat menya-takan bahwa dirinya merasa lebih mudah bertugas di dae-rah lain ketimbang di kampung halaman sendiri. “Ada dua kesulitan yang saya hadapi di sini. Yakni bertugas di daerah sendiri dan harus mampu me-lanjutkan program kapoltabes lama yang sudah sangat hebat,” papar pamen yang beristrikan seorang dokter gigi berpangkat mayor TNI AD ini.
Namun demikian, pria kela-hiran Makassar dan sempat mengecap pendidikan sampai kelas 3 di sebuah SD di Lembean Minut ini berjanji membawa kondisi Kota Ma-nado lebih kondusif lagi de-ngan dukungan para bawa-han yang sudah dibentuk dan diukir menjadi seorang ang-gota polri. Baik lewat pen-didikan maupun binaan dari kapoltabes sebelumnya.
Usai melepas upacara pele-pasan, Kapoltabes menyem-patkan diri duduk santai di tempat tunggu pembuatan SIM bersama beberapa perwira dan bintara. Ia mengatakan bahwa ruang kerja seorang polisi tak perlu luas dan nya-man. “Justru ruang pelayanan untuk masyarakatlah yang harus lebih nyaman,” nilai pa-men yang baru kembali lagi ke Manado setelah mening-galkannya sekitar tahun 1971 untuk kembali ke Makas-sar.(art)
|
|