HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

20 Juni 2008

PTN Diminta Membuka Akses bagi Cama Miskin 


Perguruan Tinggi Negeri (PTN), terutama yang ternama, diminta membuka akses lebih luas kepada calon mahasiswa (cama) dari keluarga miskin dengan kemampuan akademis memadai. Selain itu, peme-rintah juga harus menginter-vensi upaya memperluas akses tersebut dengan memberikan tambahan beasiswa serta kucuran dana yang lebih besar kepada PTN.
Desakan tersebut dilontar-kan anggota Komisi X DPR Cy-prianus Aoer, Pengamat Pen-didikan dari The Center for the Betterment of Education (CBE) Ahmad Rizali dan Ketua Umum Forum Guru Indepen-den Indonesia (FGII), Supar-man, Kamis (19/06), terkait semakin maraknya komersia-lisasi pendidikan di PTN.
Sementara itu, untuk mem-perluas akses dan mengu-rangi komersialisasi PTN di masa mendatang, Mendiknas Bambang Sudibyo menya-takan, pihaknya sedang me-rampungkan sebuah aturan, yakni Badan Hukum Pen-didikan (BHP) yang akan me-ngatur batasan pengenaan biaya masuk ke PTN melalui jalur khusus. Hal ini dilakukan agar tidak memberatkan ma-syarakat. 
“Proses pembuatan BHP ini segera dirampungkan dalam waktu dekat, sehingga mulai tahun depan BHP sudah dapat diberlakukan. Saya kira jika BPH ini diterapkan, biaya ma-suk ke PTN tidak setinggi yang berlaku sekarang,” katanya. Saat ditanya peluang menam-bah dana operasional PTN, Mendiknas menyatakan, angga-ran yang diberikan sekarang sudah cukup besar, tidak saja untuk operasional, melainkan juga membayar gaji dosen, biaya pendidikan dosen serta membangun fasilitas yang di-butuhkan mahasiswa, terma-suk laboratorium.
Dalam penerimaan mahasis-wa baru, menurut Cyprianus, PTN harus mengembangkan sistem keadilan-proporsional. Maksudnya, calon mahasiswa dari keluarga miskin yang pin-tar harus diberi akses seluas-luasnya, sebaliknya calon yang kaya dan kurang pintar, tetap harus ditolak. “Jangan sampai yang diterima di PTN adalah calon yang kaya, tetapi tidak pintar, dan menolak anak mis-kin yang pintar,” tegasnya.
Sementara itu, jumlah kuota penerimaan Mahasiswa Baru (Maba) jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Unsrat Manado, berjumlah 1.360 mahasiswa. Hal ini sesuai data yang dibe-rikan PR 1 Unsrat Prof dr Bootje H Moningka Daf, SpFK-K, kepada harian ini, Kamis (19/06) kemarin.
“Ya jumlah kuota tersebut su-dah tidak bisa ada perubahan lagi, karena kami mengacu pada buku panduan SNMPTN yang diberikan langsung oleh Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti), yaitu untuk jurusan IPA kuotanya berjumlah 730 dan untuk IPS kuotanya 630. Dan perlu diingatkan kembali bahwa untuk ujian tulis jalur SNMPTN akan digelar pada tanggal 2-3 Juli mendatang dan pengumuman lulusnya akan dijadwalkan secara se-rentak pada tanggal 1 Agustus nanti,’’ katanya seraya me-ngatakan, para mahasiswa bisa melihat hasil di kantor pusat atau secara langsung melalui internet dengan situs www.snmptn.ac.id. 
Lebih lanjut dirinya menga-takan bahwa keseluruhan kapasitas dari daya tampung mahasiswa baru untuk Unsrat, saat ini masih sementara da-lam tahap pembahasan dan akan disimpulkan jika kuota dari keempat jalur penerima-an Maba Unsrat, yaitu T2, SNMPTN, Sumikolah dan Ke-mitraan, sudah di gelar, maka secara otomatis jumlah daya tampung mahasiswa yang mendaftar di Unsrat akan di-ketahui,” jelas Moningka.(nan/zal)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin