|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
20 Juni 2008
|
|
Kroasia versus Turki
Berburu Tiket Semifinal Pertama
|
MEMPEREBUTKAN lini te-ngah, merupakan kunci bagi ba-gi Kroasia jika ingin melewati hadangan Turki pada laga pe-rempatfinal Piala Eropa 2008 di Vienna, Jumat (20/06) dini hari nanti. Dengan bekal hasil sempurna di penyisihan grup, para pemain Kroasia sendiri sangat percaya bisa mengatasi Turki untuk mengantongi tiket pertama babak semifinal.
“Kami harus berupaya ber-sama melakukan umpan seba-nyak mungkin, berupaya mem-pertahankan bola dan menguasai
lini tengah untuk mengatasi Turki. Memenangi semua pertandingan penyisihan grup memberikan kami keperca-yaan diri yang tinggi bahwa kami bakal melaju ke semi-final,” kata Niko Kranjcar, ge-landang Kroasia.
Kroasia mengalahkan Aus-tria (1-0), memukul Jerman (2-1), dan menaklukkan Polandia (1-0) untuk memimpin Grup B. Kranjcar menambahkan, tim-nya memiliki para pemain ber-kualitas yang dibutuhkan un-tuk memenangi duel di lini tengah. “Tim ini telah sering membuktikan bisa mampu tam-pil baik. Kami memiliki banyak individu berkualitas dan pu-nya peluang besar untuk me-laju jika bermain dalam per-forma terbaik,” ujarnya.
Kranjcar yang tampil pada tiga laga penyisihan grup me-ngatakan, keputusan Pelatih Slaven Bilic untuk membe-rinya peran baru dari pemain sayap kiri ke gelandang tengah membuatnya lebih berkem-bang. “Saya menikmatinya ka-rena saya memulai karier dari posisi tersebut,” kata pemain Porstmouth ini.
Kroasia tengah mencoba menyamai rekor tertinggi me-reka di turnamen interna-sional setelah mampu mene-robos babak semifinal pada Piala Dunia 1998 di Prancis. “Lolosnya kami ke perempat- final mungkin cukup menge-jutkan bagi sebagian orang, tetapi tidak bagi kami. Tujuan kami adalah untuk mencapai perempatfinal, tetapi sekarang itu tidak cukup. Kami akan me-lakukan apa pun untuk me-ngalahkan Turki. Kami punya kekuatan dan kualitas untuk melakukannya,” kata Bilic.
Laga melawan Turki akan menjadi yang pertama sejak kemenangan Kroasia atas Turki, 1-0, pada laga pembuka Piala Eropa 1996. Pada turna-men di Inggris itu, Kroasia mampu melaju ke perempat- final dalam penampilan per-tama mereka sebagai negara merdeka setelah memisahkan diri dari Yugoslavia empat tahun sebelumnya.
Tim terbaik
Bilic mengutarakan, kecuali dua pemain yang sudah pasti absen, Dario Knezevic dan Igor Budan, semua pemain ter-baiknya bakal siap untuk ber-laga melawan Turki. Dua ge-landang, Darijo Srna dan Ivan Rakitic, sudah kembali pulih setelah mengalami cedera lutut dan betis.
Pelatih berusia 39 tahun itu juga percaya, Turki bakal me-nurunkan skuad terbaiknya meskipun kiper Volkan Demirel serta gelandang Mehmet Au-relio terkena larangan bermain serta bek Emre Gungor cedera. “Saya percaya semua pemain terbaik Turki bakal bermain karena ini sangat penting bagi mereka secara pribadi ataupun bagi negara mereka. Anak-anak (Srna dan Rakitic) juga sudah fit kembali untuk ber-laga,” ungkap Bilic.
Bilic, yang tetap bermain mes-ki cedera pinggul pada Piala Dunia 1998, tidak yakin bahwa Turki bakal memiliki masalah di pertahanan meski tidak di-perkuat Demirel karena mereka masih memiliki Rustu Recber. Menurut dia, orang seharusnya tidak meremehkan Recber ka-rena dia merupakan kiper ber-pengalaman.
“Mengubah kiper bisa men-jadi masalah, tetapi Recber pu-nya banyak pengalaman de-ngan lebih dari 100 tampil bersama Turki. Dia kiper yang luar biasa,” ujar Bilic. Ia me-nambahkan, pertarungan di perempatfinal bakal sangat su-lit karena kedua tim bermain dengan kepercayaan diri yang tinggi.
Apalagi, kata Bilic, Turki membuktikan sebagai tim yang tak kenal menyerah setelah lo-los ke perempatfinal dengan dramatis, meraih kemenangan pada menit-menit terakhir per-tandingan setelah tertinggal terlebih dulu.
“Cara mereka meraih keme-nangan pada pertandingan ter-sebut sungguh luar biasa. Cara mereka kembali setelah ter-tinggal juga menunjukkan bah-wa Turki tim yang tangguh,” kata Bilic.
Turki mencetak gol pada me-nit terakhir pertandingan se-waktu menaklukkan tuan ru-mah Swiss, 2-1. Kemudian se-cara dramatis mencetak tiga gol dalam 15 menit terakhir untuk mengalahkan Ceko, 3-2, sete-lah sebelumnya tertinggal 0-2.
Sedangkan kubu Turki me-nyatakan, mereka tidak ingin dalam posisi yang sama, harus mengejar gol pada menit-menit terakhir saat menghadapi Kroasia di perempatfinal. Me-reka bakal tampil lebih agresif agar bisa unggul dari awal per-tandingan. “Kami tidak ingin laga kemarin berulang. Kami akan memulai pertandingan dengan kecepatan tinggi dan bermain lebih agresif melawan Kroasia. Tentu saja sungguh luar biasa bisa membalik kea-daan, tetapi kami lebih suka untuk mengambil inisiatif agar posisi kami lebih baik,” kata Sabri Sarioglu, gelandang Turki.
Bek Mehmet Topal menje-laskan, Turki menilai tim Kroa-sia merupakan salah satu tim tersulit untuk ditaklukkan di Piala Eropa 2008. “Kroasia adalah tim yang tidak gampang menyerah. Anda bisa melihat para pemain mereka terus berlari dan bertarung sepan-jang pertandingan,” kata Topal.
Meski demikian, menurut Topal, para pemain Turki juga memiliki semangat tak kenal menyerah tersebut yang telah mereka tunjukkan pada laga babak penyisihan. “Kami juga tidak mudah menyerah dan menunjukkan semangat yang luar biasa. Di samping itu, saya kira kami memiliki teknik yang lebih baik dan laga ini bakal menjadi tontonan yang mena-rik,” ujarnya.
Pelatih Turki Fatih Terim me-latih pasukannya di kawasan Krems, sekitar 50 kilometer dari Vienna. Dia dipusingkan dengan absennya pemain kunci karena larangan bermain dan cedera. Selain Demirel dan Mehmet Aurelio terkena lara-ngan bermain serta Emre Gungor yang cedera, Turki juga terancam kehilangan bek tengah Servet Cetin dan kapten Emre Belozoglu yang belum pu-lih dari cedera.(kcm/*)
|
|