|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Manado dan Sekitarnya |
20 Juni 2008
|
|
Dari penyaluran dana PKH
Diduga Ada Tagihan Ilegal
|
Harapan ibu-ibu penerima dana PKH (Program Keluarga Harapan) untuk mendapatkan dana tersebut secara utuh tam-paknya pupus. Pasalnya, penyaluran dana bantuan tersebut diduga dipotong oleh ketua-ketua kelompok penerima.
Terpantau harian ini, Kamis (19/06) kemarin, di tempat penyaluran PKH Kantor Pos Manado sejumlah ibu hamil yang mendapatkan dana ban-tuan tersebut, menyetor uang kepada ketua-ketua kelompok yang besarannya sangat ber-variasi mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 10 ribu. Warga penerima PKH pun mengeluh dengan adanya aksi potongan dana tersebut.
“Torang berharap dana ini bisa utuh mar harus kase akang potongan pa torang pe ketua-ketua kelompok. Soal-nya dorang sebelum pencair-an so bajalang se inga supaya ada potongan dana sukarela,” kata Vera ibu penerima PKH.
Tugas ketua-ketua kelom-pok dalam program pencairan dana PKH ini, menurut Jhon Tampati Humas PT Pos Indo-nesia, sebagai pegawas dalam melakukan pengecekan terha-dap warga penerima PKH. “PT Pos mewanti-wanti bahwa tidak ada pungutan soal penyaluran PKH. Dan apabila ada poto-ngan, maka itu liar bukan dari PT Pos dan yang melakukan pe-motongan ada tindakan,” terang Tampati saat dikonfirmasi.
Seperti diketahui, bantuan program pemerintah pusat ter-sebut disalurkan untuk mem-bantu keluarga miskin khusus yang memiliki anggota keluarga sedang sekolah maupun sedang hamil, dengan anggaran ma-sing-masing bervariasi dari Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta.(bly)
|
|