|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
20 Juni 2008
|
|
Rekonsiliasi UKIT Harus Berdasarkan Kasih
|
Rekonsiliasi UKIT yang kini te-rus berproses diharapkan dilak-sanakan berdasarkan kasih. “Karena hanya dengan kasih se-tiap yang terlibat dalam perma-salahan UKIT dapat memecah-kan persoalan sesulit apapun,” ujar Ketua Komisi Pria Kaum Bapa GMIM Wilayah Sonder, Pnt Drs Jan Rein Tumilaar MSi ke-pada harian ini, Kamis (19/06) kemarin di Sonder.
Menurut Tumilaar, sebagai institusi pendidikan di bawah naungan gereja, seharusnya nilai-nilai kasih harus dike-depankan sebagaimana ajaran Tuhan Yesus Kristus. “Di dalam kasih sudah tentu ada saling mengampuni dan saling mengakui kesalahan. Setiap pihak yang bermasalah hen-daknya merendahkan diri untuk memberi jalan menuju rekonsiliasi yang tuntas,” tu-turnya.
Ia menambahkan, untuk solu-si terciptanya rekonsiliasi me-mang sebaiknya dilakukan di-alog bersama antara pihak UKIT YPTK dan UKIT Yayasan Wenas dengan fasilitator Badan Pekerja Sinode (BPS) GMIM. “Dengan ca-tatan BPS tentu tidak boleh ber-pihak,” tegasnya.
Tumilaar mengatakan, untuk mencari solusi terbaik ia meng-usulkan agar pimpinan rektorat dan dekanat di kedua institusi UKIT yang berbeda itu sebaiknya dilebur dulu, dan untuk semen-tara ditunjuk pelaksana harian rektor, untuk kemudian dipilih rektor yang baru.
Sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan Sinode GMIM, Pdt Dr AF Parengkuan menuturkan, Tuhan telah memberi jalan ke-pada pihak-pihak di UKIT untuk melakukan rekonsiliasi. Kini tinggal bagaimana jalan rekon-siliasi itu dilaksanakan dengan penuh hikmat (jef)
|
|