HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

21 Juni 2008

Muchdi Ditahan, Peran Hendro Harus Dikuak


Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (KASUM) menuntut Polri untuk lebih menggali informasi dari tersangka baru kasus Munir, Mayjen (Purn) Muchdi PR. Keterlibatan Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono juga harus di-kuak.
“Ada 3 tantangan yang dihada-
pi penegak hukum. Pertama, menggali keterangan Muchdi atas peran Kepala BIN saat itu dijabat Hendropriyono, dengan fakta-fakta hukum yang telah digelar di persidangan,” kata Sekretaris Eksekutif KASUM Usman Hamid. Usman me-nyampaikan hal itu dalam ke-terangan pers KASUM di kan-tor Kontras, Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Ju-mat (20/06). 
Menurut KASUM, lanjut Us-man, fakta-fakta di persida-ngan itu sah secara hukum me-nunjukkan konspirasi yang begitu kuat. Muchdi, imbuh-nya, sebaiknya kooperatif atas fakta-fakta di persidangan itu.
“Kedua, harus dipastikan pa-ra jaksa penuntut kredibel, ber-sih dari korupsi dan impunitas untuk menyidangkan tersang-ka Muchdi. Ketiga, mendorong pemantauan bersama atas pro-ses pengusutan kasus Munir di tingkat nasional dan interna-sional,” ujar pria berkaca ma-ta ini. Hadir dalam acara itu, Koordinator Kontras Usman Hamid, Suciwati, Hendardi, Romo Sandyawan, Koordinator HRWG Rafendi Djamin, Direk-tur Eksekutif Imparsial Rahlan Nashidik, serta sejumlah ke-luarga korban pelanggaran HAM lainnya. 
Sementara itu, tersangka ba-ru pembunuhan Munir, man-tan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) Muchdi PR, hing-ga kemarin diberondong 36 pertanyaan oleh polisi. Per-tanyaan yang diajukan terkait hubungannya dengan Polly-carpus Budihari Priyanto. 
“Dan pertanyaan mengenai pernyataan Budi Santoso (sa-lah seorang agen madya BIN) yang pernah disuruh Muchdi untuk serahkan uang ke Polly-carpus,” kata M Luthfie Hakim, pengacara Muchdi, di Bares-krim Mabes Polri, Jalan Tru-nojoyo, Jakarta, Jumat (20/06). 
Mengenai hubungannya dengan Pollycarpus, kata Luth-fie, kliennya mengaku tidak mengenal Polly. Temuan surat BIN yang menugaskan Polly sebagai aviation security dalam pesawat yang ditumpangi Mu-nir pada 7 September 2004, ju-ga disangkalnya. “Pertama, Pak Muchdi tidak memiliki fasilitas komputer di ruang kerja. Ke-dua beliau tidak pernah suruh orang untuk buat surat dan ketiga beliau gagap teknologi, gagap komputer,” jelasnya.(dtc/okz) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin