CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

Berita Minahasa Selatan 

21 Juni 2008

Sungai Ranoyapo tambah melebar
Warga Desak SDA Sulut Bangun Penguat Tebing 

 

 IKUTI BERITA LAIN

Digantikan AKBP Drs Agus Kurtubi
Rori Resmi Tinggalkan Polres Minsel

Polres pastikan turunkan tim
Dugaan Proyek Fiktif Gerhan Dishut Mencuat

Lintas Beriat Minsel

Kondisi bantaran Sungai Ranoyapo kian melebar saja. Me-nyikapi ini, Pemkab Minsel telah memproyeksikan anggar-an pembangunan penguatan tebing di DAS (Daerah Aliran Sungai) Ranoyapo dalam RAPBD 2009 mendatang. Namun demikian warga Minsel ikut menggantungkan harapannya agar Kantor SDA (Sumber Daya Air) Sulut di tahun 2008 ini segera memelopori pembangunan proyek tersebut.

Harapan bernuansa desakan ini tidak berlebihan dikarena-kan warga terus diliputi ke-khawatiran bilamana bencana banjir akibat meluapnya DAS Ranoyapo bisa terjadi sewaktu-waktu. Apa terlebih di saat mu-sim penghujan belakangan ini. Sebab itu, bila harus menunggu waktu keluarnya anggaran pro-yek penguatan tebing sepanjang jalur DAS Ranoyapo dari RAPBD Minsel 2009, otomatis waktunya masih lama.
Pengamat sosial dan kemasya-rakatan Minsel, Ny Sandra Ram-pisela kepada sejumlah warta-wan menyatakan pandangan kritisnya. Pemerintah secepat-nya sudah harus mengambil langkah agar pembangunan pe-nguatan tebing segera dilaku-kan. “Bila dibiarkan hanya akan mengancam keselamatan warga setempat akibat lahan areal ru-mah mereka terus terkikis dari hari ke hari. Selain itu, seumpa-manya banjir bandang datang bukan tidak mungkin akan me-micu lumpuhnya arus trans-portasi khususnya trans Sula-wesi,” paparnya.
Sandra yang diketahui calon kuat Kumtua Desa Rumoong Ba-wah Kecamatan Amurang Barat ini menambahkan, patut diper-timbangkan juga soal kondisi jembatan Ranoyapo yang belum lama dibangun. Bila tak kunjung diantisipasi, bukan tidak mung-kin jembatan yang menelan ang-garan miliaran yang umurnya bi-sa mencapai 15 hingga 20 tahun akan terbawa hanyut oleh deras-nya banjir bandang. “Warga di se-kitar Sungai Ranoyapo hanya me-minta dibangunnya proyek pe-nguatan tebing. Itu semua guna mencegah bilamana nanti terjadi banjir tidak ada korban jiwa, dan jembatan megah Ranoyapo tetap selamat,” jelas istri tercinta Mneer Donny Runtuwene ini. 
Hal senada diungkapkan to-koh pemuda Desa Buyungon David ‘Waseng’ Masengi. Kata dia, warga kini sangat berharap Pemkab Minsel dan Kantor SDA Sulut untuk menjadikan pem-bangunan penguatan tebing da-lam skala prioritas kerja mere-ka. “Katanya di tahun 2008 ini dana bantuan bencana alam pe-merintah pusat ke Minsel men-capai Rp 30 miliar. Alangkah baiknya sebagian dana itu di-pakai pada proyek penguatan te-bing daripada nantinya hanya masuk kantong oknum pejabat,” sindir Masengi.(pen

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin