|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Minahasa Selatan
|
21 Juni 2008
|
|
Polres pastikan turunkan
tim
Dugaan Proyek Fiktif Gerhan Dishut Mencuat
|
Temuan baru dugaan korupsi di lingkup Pemkab Minsel kembali mencuat ke permukaan. Kali ini praktik tersebut diduga kuat ter-jadi di jajaran Dinas Kehutanan (Dishut) Minsel, tepatnya pada proyek fiktif GN-RHL (Gerakan Nasional-Rehabilitasi Hutan dan Lahan) alias Gerhan TA 2006 yang berbandrol sekitar Rp 3 miliar.
Menariknya dugaan kasus ini sudah tercium Polres Minsel. Bahkan dilaporkan institusi yudikatif ini telah menyiapkan tim khusus untuk melakukan penyelidikan. Kapolres Minsel melalui Kasat Reskrim, AKP Iwan Permadi SE turut membe-narkan rencana ini. “Yah me-mang benar, dugaan kasus Ger-han ini sudah menjadi target pengusutan jajaran kami, disam-ping dugaan kasus korupsi lain-nya yang lebih dulu marak dibe-ritakan media massa selama ini,” katanya.
Peran media diakuinya sangat membantu tugas-tugas mereka selama ini. Itu sebabnya berba-gai laporan yang mencuat terka-it sejumlah dugaan kasus korup-si bermacam-macam proyek di sejumlah SKPD di jajaran Pem-kab Minsel, sedang ditindaklan-juti. Sayangnya ia belum bisa memastikan proyek Gerhan ta-hun anggaran mana yang akan menjadi prioritas untuk didalami.
“Sesuai laporan, kami baru me-nerima adanya dugaan kasus Gerhan di Dishut. Dan itu masih akan dipelajari, proyek tahun anggaran mana yang dimaksud-kan,” tegas Permadi. Ditambah-kan, tindaklanjut pengusutan ja-jarannya turut diperkuat dengan telah turunnya Sprin (surat pe-rintah) dari atasan. Isinya, segera menindaklanjuti dugaan korupsi di sejumlah SKPD Minsel.
“Kami tak ingin main-main da-lam memeriksa semua dugaan kasus penyimpangan proyek. Un-tuk itu semuanya akan kami pe-riksa dan lidik secara akurat dan benar terkait dugaan penyimpa-ngan yang merugikan uang negara tersebut,” ujar Permadi yang mantan Kapolsek Eris ini.(pen)
|
|