|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
23 Juni 2008
|
|
Supit: Ini bukan ajang unjuk kekuatan
Kenang Pergumulan Penginjil, Panas Terik Manado tak Terasa
|
Bagi seba-gian warga yang berasal dari Minaha-sa, terutama di daerah yang bertemperatur sejuk, kerap merasa tersiksa jika harus berpanas ria di Kota Manado pada siang hari. Tapi Sabtu (21/06) lalu, ribuan warga GMIM dari Minahasa dan daerah sekitarnya tetap semangat mengitari rute pawai kolosal dalam meperingati HUT ke-177 Pekabaran Injil dan
Pendidikan Kristen. Bahkan sejumlah peserta penyandang cacat netra tak ketinggalan dan ikut menyelesaikan pawai hingga finish.
Setelah diawali ibadah yang dipimpin Ketua BPS GMIM Pdt Dr AO Supit pada Pukul 08.00 Wita, ribuan warga GMIM melakukan prosesi pawai kolosal dari KONI Sario sekitar pukul 11.00 Wita. Pa-nasnya terik matahari yang memancar di Manado dengan suhu berkisar 34 derajat Cel-sius, tidak menyurutkan se-mangat para peserta.
Menurut sebagian peserta, berjalan di panas sejauh 8 ki-lometer, tidak ada apa-apa-nya dibanding perjuangan para penginjil dulu. “Paulus menginjil dengan perjalan cukup jauh dan banyak tan-tangan serta pergumulan se-hingga dia mengatakan ja-ngankan diikat, mati pun, Paulus rela untuk melayani pekerjaan Tuhan,” kata Her-man warga GMIM yang datang dari wilayah Tombatu. Hal senada disampaikan peserta lainnya. ‘’Panas ini tidak apa-apa. Belum seberapa diban-ding sengsara Yesus memikul salib dan perjalanan para penginjil yang tanpa lelah memberitakan kabar kesela-matan Kristus,’’ kata mereka.
Jalanan Kota Manado sen-diri macet beberapa jam saat jemaat GMIM melakukan pa-wai kolosal. Sebelumnya, Ke-tua Badan Pekerja Sinode (BPS) GMIM, Pdt Dr Albert O Supit menegaskan, gereja bukan partai politik, tapi ge-reja tidak bertentangan dan tidak boleh dipertentangkan dengan politik.
‘’Namun demikian, warga GMIM sebagai bagian dari realitas politik, diberi kesem-patan untuk hidup dalam po-litik, tapi dengan menjadi ga-ram dan terang serta menem-patkan injil dalam bidang itu,’’ ungkap Supit dalam ibadah syukur inkulturasi peringatan HUT ke-177 Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen GMIM di Lapangan Sario.
Di hadapan ribuan umat, pimpinan tertinggi institusi salah satu gereja terbesar di Indonesia itu menyatakan, GMIM dengan penuh sukacita menyambut kegiatan pelayan-an di bidang politik, karena-nya telah disiapkan pendidik-an politik bagi warga gereja. Supit menandaskan GMIM mendorong dan mendukung semua program pemerintah tapi tetap dengan menjaga si-kap yang positif, kreatif, kritis dan realistis. “GMIM tidak mencampuri urusan institusi bidang lain tapi kita ingin me-warnai semua realitas hidup dalam kesabaran agar Allah yang bertindak bukan manusia sehingga Allah yang memberi keputusan,” katanya.
Sedangkan terkait perayaan HUT ke-177 Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen se-cara besar-besaran, menurut Supit, bukan ajang untuk unjuk kekuatan (shof of force). Sebab gereja sama sekali ti-dak pernah hadir untuk hal itu, melainkan lebih pada se-mangat kebersamaan untuk menghidupkan. “Pertemuan ini bukan sekadar kebersama-an tapi untuk menghidup-kan. Di mana kebersamaan yang menghidupkan itu ada-lah kasih. Sebab kekuatan tanpa kebersamaan bukanlah ke-kuatan dan kebersamaan ada-lah kekuatan,” katanya lagi.
Dalam kesempatan tersebut, merujuk pembacaan Alkitab dari kitab Kisah Para Rasul 4, dia menyatakan sekarang ini memang ada penutupan ge-reja. Namun meski bangunan gereja ditutup, tapi perseku-tuan imannya tidak mungkin ditutup. Sehingga dia meng-ingatkan agar warga GMIM da-lam pelayanan harus bersifat misionaris inklusif dan tidak tertutup dalam semua bidang kehidupan masyarakat.
Karenanya, GMIM tidak per-nah mengenal ungkapan GMIM untuk GMIM, melain-kan hadir untuk masyarakat, bangsa dan negara. Di sisi lain, dia meminta jemaat tetap menjadikan pendidikan da-lam keluarga sebagai pusat kehidupan dengan beroda dan membaca Alkitab tapi tidak melupakan diakonia.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Pnt Dr Paula Lu-mentut-Runtuwene bersama Sekretaris Pdt Roy Lengkong STh dalam laporannya me-nyatakan, pekerjaan Roh Ku-dus lewat Riedel dan Schwarz di Tanah Minahasa kiranya terus menjadi motivasi bagi warga GMIM untuk membe-ritakan injil. Di mana untuk terus memberikan motivasi itu, maka panitia dan jajaran GMIM akan berupaya meng-abadikan kesaksian perjalan-an injil di Tanah Minahasa le-wat monumen dan museum. “Sehingga perjuangan iman orang-orang terdahulu akan menjadi berkat bagi kita semua bahkan generasi men-datang,” tandasnya.
Selesai ibadah secara bertu-rut jemaat mendengarkan ucapan selamat HUT dari Ketua VI MPH Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, Pnt Ir Royke Octavian Roring MSi yang juga Ketua Komisi Pria/Kaum Bapa GMIM, Pnt Jimmy Rimba Rogi dan Pnt Jefferson Rumajar SE selaku warga GMIM yang dipercayakan menjadi pimpinan daerah. Selanjutnya dilepas pawai kolosal yang melibatkan ribuan jemaat dari 93 wilayah dan 858 jemaat yang berakhir di Lapangan Tikala.(gra/bly)
|
|