|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
23 Juni 2008
|
|
“Jangan Remehkan Sekolah di Desa’’
|
SUDAH bukan rahasia lagi bahwa sekolah favorit tingkat SMP di Sulut, lebih banyak di-dominasi sekolahan di Kota Manado. Namun hasil Ujian Nasional (UN) membuktikan, bahwa sekolahan di desa bu-kan berarti tertinggal. Malah ranking tiga besar teratas untuk rata-rata nilai hasil UN ditempati SMPN 6 Langowan (34,21), SMP Al Khaerat Kema (33,69) dan SMPN 3 Wori (33,46). Berikut wawancara Komentar dengan para guru di ketiga sekolah ini.
Kepala SMPN 6 Langowan, RF Lumingas SPd saat dite-mui, mengaku sekolah mere-ka sebenarnya tidak memiliki fasilitas memadai, seperti laboratorium komputer. Na-mun dengan keterbatasan yang ada, mereka mampu menjalankan proses belajar mengajar dengan baik.
“Kami belum memiliki labo-ratorium komputer, tapi kami telah menunjukkan hasil yang terbaik pada UN 2008 ini,” tukas Lumingas. Lalu apa kiat suksesnya? Menurut Lumi-ngas, ini tak lepas dari peran para guru di SMPN 6 Lango-wan. “Terima kasih kepada pa-ra guru yang telah membina anak didik dengan baik se-hingga mendapatkan hasil terbaik dalam UN,” ucapnya.
Ketua Komite Sekolah di SMPN 6 Langowan, Jeffry Th Pay juga menyatakan bangga dengan hasil yang dicapai siswa dalam UN.
“Sekolah yang berada di desa jangan pandang remeh, karena ternyata bisa menun-jukkan prestasi yakni lebih baik dari sekolah yang berada di kota. Pertahankan terus prestasi ini,” tambahnya.
Sementara itu, prestasi membanggakan juga diukir dua SMP di wilayah Minahasa Utara (Minut). Yakni SMP Al Khaerat Kema dan SMPN 3 Wori, yang menempati pering-kat 2 dan 3 rata-rata nilai ter-tinggi. Dua kepala sekolah masing-masing Kepala SMPN 3 Wori Benny Udung SPd dan Ustad Salim Mahbub (SMP Al Khaerat Kema) saat dihubu-ngi terpisah mengatakan, pres-tasi tersebut tak lepas dari ling-kungan sekolah yang nya-man, menjadi fasiltas pembe-lajaran yang cukup baik.
“Sekolah kami fasilitasnya sudah cukup baik. Terlebih ditunjang tenaga guru yang semuanya memiliki komitmen yang tinggi untuk memajukan dunia pendidikan di Wori. Me-reka pada umumnya sarjana, ada juga yang master dan se-ring menjadi instruktur dalam kegiatan pembekalan guru,” kata Benny Udung SPd saat di-hubungi kemarin.
Ketika disinggung kiat SMPN 3 Wori sehingga mampu me-nembus tiga besar Sulut dalam prestasi hasil akhir Ujian Na-sional 2008, Udung menga-takan, selain ditunjang suasa-na belajar yang menyenang-kan, para siswa peserta UN dibekali sejak Januari 2008 lalu. “Dari jam 7 pagi hingga jam 5 sore mereka dibiasakan dengan mengerjakan contoh-contoh soal UN. Lebih kuat lagi saat ada Pra-UN yang disiasati Diknas Sulut, itu sangat mem-bantu siswa. Satu hal lagi yang membedakan dengan sekolah-sekolah di Manado, anak-anak didik kami fokus belajar, bukan jalan-jalan di mall karena jauh dari lokasi keramaian, sehingga mereka belum terkontaminasi dengan aksi bolos,” ungkap Pak Benny sapaan akrabnya.
Begitu juga dengan Salim Mahbub. Menurutnya, fasili-tas sekolah mereka sudah cu-kup baik. “Intinya bagaimana membuat suasana belajar yang menyenangkan. Jika siswa merasa nyaman dan menyenangkan, maka tanpa dimotivasi lagi, dengan sen-dirinya para siswa berlomba menjadi yang terbaik. Prestasi ini juga tak lepas dari topa-ngan para guru, siswa itu sendiri dan orangtua murid,” ungkapnya singkat.
Menanggapi hal ini, Kadis Diknas Kota Manado, Elsye Rogi SPd mengatakan, mau tak mau hasil ini harus diterima. “Memang begitu, kita harus te-rima. Tapi untuk prestasi sis-wa, tetap dipegang Manado,” katanya.
Sementara Kepala SMPN 1 Manado, Elizabeth Mononutu saat dikonfirmasi menyata-kan, kemungkinan hal ini bisa saja terjadi karena adanya perbedaan jumlah siswa di masing-masing sekolah. “Jadi bisa saja itu karena perbeda-an jumlah siswa, sebab kami menghadapi ratusan siswa,” jelasnya. Belum lagi, peserta UN SMPN 1 juga termasuk siswa SMP terbuka. “Yang pasti, siswa kami masuk da-lam siswa beprestasi bahkan untuk peringkat siswa ada beberapa dari SMPN 1, belum lagi untuk capaian dari setiap mata pelajaran,” tandasnya.
Sedangkan Kepala SMP Fr Don Bosco Frater M Mangun-dap, enggan mengomentari lebih lanjut mengenai hal ini. “Yang penting semua prose-dur pelaksanaan kami jalan-kan sesuai ketentuan. Juga siswa kami ada yang keluar dalam peringkat siswa dengan nilai terbaik,” katanya.
Sementara Kepala SMP Kr Eben Haezer Manado SAJ Laliput SPd menyatakan, hal tersebut akan menjadi ba-han evaluasi ke depan. “Mungkin persiapan mereke lebih matang menghadapi UN. Meski pun demikian, menjelang UN, siswa sudah kami bekali juga dengan pe-ngayaan,” katanya.(vic/nan/irv/jok)
|
|