|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Tenggara |
23 Juni 2008
|
|
Warga minta percepat proyek penahan ombak
Diterjang Ombak Besar, Belasan Rumah di Belang Porak-poranda
|
Kencangnya terpaan ombak beberapa waktu terakhir ini yang menerpa pesisir pantai Belang, mengundang petaka bagi sejumlah warga di Desa Buku. Dilaporkan, belasan rumah milik warga setempat porak-poranda diterpa ombak kencang yang biasanya muncul saat subuh itu.
Ceritanya, pada Sabtu (21/06) hingga Minggu (22/06) deburan ombak di pantai Desa Buku terdengar terus membahana. Terpaan ombak yang datang bergelombang disertai angin kencang ini seketika mempo-rak-porandakan bangunan ru-mah warga yang ada di pesisir pantai. Atap seng nampak co-pot terbang melayang ke udara. Ada pula bangunan dapur ru-mah rontok seketika diterpa ombak besar.
Warga yang rumahnya porak-poranda ini dialami Keluarga Jaim-Kalengkongan, Woina-lang-Dolo, Langkun-Mamonto, Sumandak-Mewengkang, Yusuf-Ponosingon, Yusup-Bo-kang, Tumey-Lendong, Len-doan-Tumey, Cornelis-Lang-kun dan Berce Walelang.
Menurut Amir Dolo yang da-purnya hilang, kejadian itu ter-jadi sekitar pukul 04:00 hingga 05:00 WITA subuh. “Ombak dan angin kencang datang me-nerjang sekalian diikuti air pa-sang. Setiap ombak datang, air pantai menuju ke daratan hing-ga bermeter-meter,” kata Dolo.
Selain Desa Buku, di Desa Be-lang Induk sendiri ombak juga merusakan dapur milik ibu Rita Abas, Ros Mukuan, Rani Lu-mindehe dan Non Mailangkay. Namun menurut mereka keru-sakannya tidak parah karena tertolong dengan adanya tang-gul penangkal ombak yang di-bangun pemerintah.
Menyikapi fenomena alam ini, masyarakat di Desa Buku men-desak agar secepatnya proyek penangkal ombak dibangun. “Jangan hanya di Desa Borgo dan Belang ada pembangunan tanggul penangkal ombak, se-bab kami juga perlu,” serga se-jumlah warga Buku.
Sedangkan Bupati Drs Albert Pontoh MM melalui Asisten III Drs Hilda Saroinsong telah me-nugaskan Kepala Kesbang Mit-ra Decky Rori BA SE untuk me-nyerahkan bantuan berupa sembako di antaranya mie ins-tan, beras, air mineral serta kebutuhan lainnya guna me-ringankan kerugian warga setempat.
JARING HANYUT
Sementara itu, terjangan om-bak dan angin kencang turut dirasakan di wilayah Desa Ba-saan, Kecamatan Ratatotok. Pu-luhan warga nelayan hampir sepekan ini tidak melaut kare-na gelombang laut dilaporkan mencapai dua meter. Dikata-kan salah satu koordinator ne-layan setempat, Edy Tololiu, ke-rugian tak hanya dikarenakan nelayan tak bisa melaut, tapi jaring-jaring apung mereka yang biasanya ditambatkan di pesisir pantai ikut sobek bah-kan hilang. Diketahui, dalam jaring apung itu banyak me-nyimpan ikan kerapuh tikus dengan jumlah besar yang se-dang dibudidayakan dan ting-gal menunggu panen. Kerugian besar ini dirasakan kelompak nelayan Sari Jaya.(dax)
|
|