|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Opini Redaksi dan Pembaca
|
23 Juni 2008
|
|
Mahalnya Biaya Masuk PT, Meresahkan Keluarga tak Mampu
|
Di zaman sekarang ini dengan pertumbuhan ekonomi dan tek-nologi yang semakin maju, siapa yang tidak ingin anaknya meraih pendidikan tertinggi dengan gelar Sarjana. Karena dengan gelar sarjana masa depan anak-anak kita bisa terjamin. Namun mahalnya biaya masuk Pergu-ruan tinggi sekarang ini, seper-tinya harus mengubur impian dari calon mahasiswa yang ku-rang mampu. Bagi kalangan me-nengah ke atas mungkin angka tersebut tidak masalahbagi mereka, tapi bagi kalangan ke-luarga kurang mampu yang ingin melihat anaknya mengecap bang-ku pendidikan di perguruan tinggi, hal ini sungguh-sungguh meresah-kan dan mengkhawatirkan.
Harga yang dipatok pun sampai pada nilai ratusan juta rupiah. Sungguh suatu hal yang sangat tidak relevan lagi, ketika pendi-dikan dianggap untuk mencerdas-kan bangsa tetapi yang terjadi se-karang ini malah dikomersiali-sasikan. Kalau dengan uang se-gala sesuatu bisa diselesaikan, anak yang otaknya tidak encer mengantongi gelar sarjana hanya karena uang, ke depannya bang-sa kita mengantongi generasi muda yang bodoh. Imbasnya adalah pengangguran semakin bertambah dan bangsa pun menjadi bodoh.
Pemerintah diharapkan bisa mengembalikan sistem peneri-maan calon mahasiswa baru di seluruh Universitas yang ada, bukan hanya di Sulawesi Utara, ke jalur yang benar, agar rakyat miskin mendapat akses pen-didikan yang tinggi.
Pengirim, Rizal D
Warga Kota Tomohon
|
|