|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Manado dan Sekitarnya |
24 Juni 2008
|
|
Penertiban pedagang asongan dibisniskan
Rajin Bayar Lolos, tak Bayar Ditertibkan
|
Penertiban terhadap pedagang asongan, khususnya yang beroperasi di kawasan pusat Kota 45 mulai dibisniskan. Seperti pengakuan Isak Ahaya dan Anis Hamzah pedagang asongan di kawasan tersebut.
Menurut keduanya, bisnis ini dijalankan oleh oknum pe-tugas Pol PP dengan sese-orang yang dijadikan kolega Pol PP. “Pedagang asongan yang menyetor uang upeti pasti akan lolos dalam pener-tiban dan yang tidak menye-tor pasti akan ditertibkan,” ujar keduanya.
Modus operandi bisnis yang dilakoni ini, menurut Isak dan Anis, setiap pedagang aso-ngan yang beroperasi di kawa-san Pelabuhan Manado, pu-sat Kota 45 dan samping Ge-dung Juang ditagih uang per hari Rp 3000.
Uang tersebut di ditagih oleh
oknum yang disebut berna-ma Iko. Nah uang yang ter-kumpul tersebut dibagi anta-ra Iko dan Pol PP sebagai peli-cin bila sewaktu-waktu terjadi penertiban. “Torang ditagih uang katanya tabungan seba-gai uang pelicin kepada Pol PP bila sewaktu-waktu ada pe-nertiban,” kata Isak.
Menariknya dijelaskan ke-duanya, bila ada pedagang yang tidak menyetor kepada Iko pasti akan ditertibkan oleh Pol PP, tentu yang rajin me-nyetor pasti dijamin aman.
“Jadi kalo so dapa pener-tiban Pol PP tingal tanya, Iko pe orang? Kalo iyo dorang langsung selolos dan kalo ti-dak, maka ditahan,” terang Isak yang baru saja terkena penertiban karena tidak rajin menyetor upeti.
Ada sekitar 200 pedagang yang beroperasi di wilayah tersebut. Bila dihitung-hi-tung, tagihan Rp 3000 per ha-ri dikalikan 200 pedagang, maka sekitar Rp 600 ribu per hari yang terkumpul. “Ini per-lu diperhatikan, uang tagihan ini tidak jelas. Apa lagi pener-tiban dilakukukan hanya pilih kasih,” keluh Isak dan Anis.
Sementara itu, Ferry Manua, Kasubdin Talaktib Distibum Pemkot Manado membatah ada bisnis penertiban peda-gang asongan. “Nda ada pe-nertiban pilih kasih. Apa lagi dengan membayar uang peli-cin. Kalo ditemukan, maka akan ada tindakan tegas,” ka-ta Manua.(bly)
|
|