CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun
BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 
REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Mimbar dan Keagamaan 

24 Juni 2008

Toga Usulkan Subsidi Silang untuk Biaya Masuk PT 

 

 IKUTI BERITA LAIN

Pendidikan Politik Warga Gereja Sonder Hadirkan Sualang-Luntungan

Pdt Gara Bahas Dialog Kristen-Islam di Swiss

Terkait makin tingginya biaya untuk mengecapkan pendidikan tinggi, tokoh agama (toga) Sulut mengusulkan agar pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan subsidi silang bagi mahasiswa kurang mampu yang akan masuk Perguruan Tinggi (PT). 
Hal tersebut secara tegas disuarakan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut Drs Amin Lasena dan Pdt Drs Johan Manampiring STh, Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) kepada Komentar, Senin (23/06) kemarin. Apalagi seiring kenaikan harga Bahan Bakar Minyak pemerintah telah menyiapkan subsidi untuk pendidikan. 
Dimana menurut keduanya warga atau mahasiswa kurang mampu tersebut apalagi yang intelektualnya tinggi harus mendapat perlakuan khusus sehingga janji-janji pemerintah soal pendidikan murah bahkan gratis dapat benar-benar terasa oleh yang membutuhkannya. Sebab pendidikan sesungguhnya merupakan salah satu untuk menciptakan dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga jadi modal untuk memajukan dan mensejahterakan bangsa dan negara ini. 
Manampiring dan Lasena sepakat, untuk mendapatkan pendidikan memang mahal sebab bukan hanya materi yang akan dikorbankan tapi juga waktu dan tenaga baik orang tua maupun si anak itu sendiri. Sehingga pelajar atau mahasiswa diajak untuk menghargai pendidikan dengan terus semangatd alam belajar dan bukan sebaliknya santai dan tidak peduli. “Orang tua pun bahkan tokoh agama harus mampu memberikan motivasi bagi anak-anak kita supaya tidak memandang remeh pendidikan yang akan turut menentukan masa depan mereka,” jelas Manampiring.
Di sisi lain, Lasena menyatakan karena dunia pendidikan belum otonomi maka seharusnya Departemen Pendidikan Nasional dalam hal ini Dirjen Dikti serta Dewan Propinsi segera melakukan pemantauan terkait tingginya anggaran masuk PT di Sulut itu. Selain itu mahalnya biaya tersebut harus bisa dipertanggung jawabkan institusi pendidikan yang bersangkutan dengan memberikan peningkatan kualitas serta fasilitas yang memadai.(gra)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin