HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

25 Juni 2008

Sejarawan: Sejarah HUT ke-177 PI dan PK GMIM perlu diluruskan 
Riedel dan Schwarz Bukan Penginjil Pertama di Minahasa


Momen peringatan HUT ke-177 Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen (PI dan PK) yang dirayakan GMIM belum lama ini, dengan menarik rentang sejarah tahun 1831 sebagai tahun pertama masuknya penginjil Kristen Protestan (Riedel dan Schwarz) di Tanah Minahasa, dikritisi Sejarawan Unsrat jebolan Leiden University, Raymond Mawikere M.Hum. 
Mawikere yang juga dikenal sebagai Dekan Fakultas Sastra Unsrat ini mengata-kan, ada kekeliruan besar ter-kait interpretasi sejarah HUT ke-177 PI dan PK GMIM terse-but. Hal ini dilontarkannya ketika membawakan sambu-tan pada acara pelepasan sar-jana Fakultas Sastra Unsrat, kemarin (24/06). ‘’Kekeliruan ini dilatarbelakangi oleh pe-mahaman sejarah yang ku-rang di kalangan elit GMIM,’’ tandas Advance Magister dari Leiden University yang khu-sus mengambil spesialisasi Minahasa Abad ke-18. 
Untuk membuktikan argu-mennya itu, Mawikere mene-gaskan bahwa Penginjil Pro-testan pertama di Minahasa bukan datang pada tahun 1831. ‘’Pertama yang perlu di-ketahui, bahwa Riedel dan Schwarz bukanlah penginjil (Protestan) pertama di Mina-hasa. Sebab pada tahun itu (1831), Kristen di Minahasa te-lah menjangkau 20 persen dari populasi. Sekolah juga sudah puluhan jumlahnya waktu itu,’’ kata Mawikere merujuk refe-rensi sejarah yang diper-olehnya. 
Dia pun menyebutkan bebe-rapa nama penginjil (Protestan) yang datang di Minahasa se-belum Riedel dan Scwarz. ‘’Sebelum Riedel dan Schwarz, ada sejumlah penginjil di sini. Sebut misalnya Pendeta Kam, Lenting, Muller, Helendoorn dan lainnya,’’ terang Mawikere. Salah satu bukti mereka sudah eksis sebelum tahun 1831, adalah contoh pada Pdt Muller yang telah action di Minahasa dengan mendesak pemerintah kolonial membangun 12 se-kolah pada tahun 1826. 
‘’Jadi injil pertama sesung-guhnya berlaku sejak kompeni Belanda menjejakkan kaki dan berhubungan dengan pendu-duk di sini.’’ Diuraikannya juga bahwa setelah sekian lama ber-karya, pada tahun 1660, orang Kristen di Minahasa jumlahnya sudah mencapai 1.500 orang. ‘’Jadi sebenarnya Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen di Minahasa bukan dimulai se-telah tahun 1831,’’ katanya me-luruskan. 
Dia juga menambahkan, klaim HUT PI dan PK GMIM sejak 1831, tidak sesuai jika melihat bahwa GMIM notabene baru muncul setelah menerima pengalihannya dari indische kerk pada 30 september 1934. 
Nah terkait hal ini, Mawikere mengharapkan, agar masya-rakat tidak diajarkan sejarah yang keliru. ‘’Apalagi kalau se-jarah ini kemudian dipakai se-bagai alat melegitimasi sesua-tu,’’ katanya seraya menya-takan kesiapannya untuk ber-diskusi atau adu argumentasi terkait peristiwa sejarah yang baru dan sedang dirayakan se-cara besar-besaran oleh GMIM ini.(rik/*) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin