|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
25 Juni 2008
|
|
Semifinal Euro 2008: Jerman vs Turki
Panzer Waspadai Semangat Turki
|
TURKI telah membuktikan bah-wa mereka adalah tim dengan semangat baja. Swiss dan Kroa-sia telah merasakan kekuatan fighting spirit Turki. Kini dengan skuad compang-camping, Turki siap menabuh perang melawan tim bermental baja, Der Panzer Jerman pada laga semifinal, Kamis (26/06) dini hari sebentar, di Stadion St Jakob Park, Swiss.
Jerman sebenarnya sangat diuntungkan dengan situasi di Tim Turki. Pasalnya, dari 23 jumlah pemain mereka, yang bisa merumput hanya 13 orang. Meski begitu, Tim Pan-zer tetap mewaspadai lawan-nya. Kapten Jerman Michael Ballack menilai, timnya di atas kertas unggul atas Turki. Na-mun ia mengaku tak bisa menjamin datangnya keme-nangan karena Turki tak bisa diprediksi. “Turki jelas tidak lebih baik dari kami secara taktik, teknik maupun kuali-tas individu. Tapi mereka tidak bisa diprediksi dan mereka tidak akan meremehkan satu pun dari kami,” aku Ballack seperti dilansir UK Press.
Ucapan Ballack memang benar. Turki sudah dua kali mencetak gol krusial di peng-hujung pertandingan. Yang pertama adalah saat menekuk Swiss 2-1 dan yang kedua yakni ketika mereka menya-makan kedudukan jadi 1-1 menghadapi Kroasia, di mana kemudian Turki menang adu penalti.
Tak heran jika Ballack mera-malkan partai Jerman vs Turki akan berlangsung ketat. “Ini akan jadi tugas yang berat. Na-mun kami memiliki kesem-patan besar mencapai final,” tegas Ballack optimistis. Di sisi lain, pemain Turki, Kazim Kazim menyatakan tidak pe-duli dengan timnya yang pin-cang. Semangat yang terpatri di dada adalah mengalahkan Jerman.
“Kami berada di semifinal Euro 2008 dan saya yakin ne-gara manapun ingin bertukar tempat dengan kami. Hanya memiliki 13 pemain dan masih bertahan di turnamen ini,” ce-tus Kazim Kazim.
Fakta ini sedikit berbeda de-ngan catatan yang dirilis Reu-ters, yakni 14 pemain. Sem-bilan punggawa Turki yang ti-dak bisa tampil adalah Arda Turan, Emre Asik, Tuncay Sanli, Volkan Demirel (semua-nya skorsing), Nihat Kahveci, Emre Gungor, Servet Cetin, Tu-mer Metin dan Emre Belozoglu (cedera).
Lebih lanjut, pemain Fener-bahce yang lahir di Inggris itu menyebut partai melawan Jerman nanti adalah momen bersejarah untuk Turki yang untuk kali pertama lolos ke putaran final pada Euro 1996 lalu. “Kami masih berpeluang menang, kami akan datang ke semifinal dan memainkan salah satu pertandingan terbe-sar dalam sejarah Turki,” im-buh pemain yang lahir dengan nama Colin Kazim Richards ini.
Catatan pertemuan kedua tim sebetulnya memihak Turki. Jerman tak pernah berhasil mengalahkan Turki dalam per-tandingan kompetitif semenjak tahun 1984. Namun Kazim Ka-zim yakin bahwa fakta itu tidaklah signifikan. “Mungkin itu penting namun saya tidak yakin bahwa Jerman akan mengkhawatirkannya. Anda tidak akan berpikir tentang hal ini sebelum pertandingan. Di lapangan, Anda tidak akan berpikir ‘Kami belum menga-lahkan Turki dalam beberapa tahun’ kan?” tandas Kazim Kazim.
Secara umum, rekor perte-muan Jerman-Turki sebenar-nya berpihak pada Tim Panzer. Dari 17 kali pertemuan kedua tim, Jerman menang 11 kali, imbang empat kali, serta ha-nya tiga kali kalah. Namun, dua dari tiga kekalahan itu di-derita dalam tiga partai ter-akhir, sementara satu per-tandingan sisanya berakhir dengan hasil imbang.
Kekalahan terakhir Jerman dari Turki terjadi saat Jerman masih di bawah kendali Pelatih Juergen Klinsman dan Asisten Pelatih Joachim Loew, 21 Oktober 2005 di Instanbul, Turki, dalam sebuah partai persahabatan. Saat itu Jer-man berhasil ditaklukkan dengan skor 1-2.
Pertemuan kedua tim di turnamen besar terjadi di Piala Dunia 1954, saat Jerman ak-hirnya menjadi juara dunia pertama kalinya. Ketika itu, Jerman-Turki bertemu dua kali dan dua-duanya dimena-ngi Jerman. Pada fase penyi-sihan grup, Jerman menang 4-1, sementara pada babak play- off menuju perempatfinal Tur-ki dihancurkan 1-7.
Oleh sebab itu, Jerman di-unggulkan menang. Pasar ta-ruhan malah memasang voor 1 1/4 dari Jerman untuk Tur-ki. Tapi bola itu bundar. Bu-kan tidak mungkin, Turki kembali membuat kejutan.
Pelatih Fatih Terim menga-takan, meski skuadnya com-pang-camping, namun anak-anak asuhannya tak akan pernah mati.
Pernyataan Terim disambut kiper Jerman, Lehmann. Jika pasukan The Crescent Stars bakal terus berjuang demi ke-hidupan, kiper berumur 38 tahun itu justru rela mem-berikan hak bernafasnya ke-pada Der Panzer.
“Saya rela memberikan hidup saya demi meraih Piala Eropa. Kemenangan adalah segala-nya. Itu sangat berarti dan ke-mudian baru saya dapat mem-bicarakan soal masa depan,” kata mantan kiper Arsenal itu.
Lehmann memang beren-cana mengundurkan diri dari panggung internasional seusai turnamen. Jika mampu tampil hingga partai puncak nanti, pemain yang baru saja me-ngikat kontrak dengan VfB Stuttgart itu akan mencatat caps sebanyak 59 kali.
“Saya tak bisa menjanjikan kemenangan bagi negara, namun saya akan melakukan apa saja untuk memastikan kami tampil di final dan lantas memenangkannya. Saya tampil baik di sepanjang turnamen, dan tekanan terus bertambah. Saya menyukai tekanan semacam itu,” tandas sang veteran.(tim/anq)
PRAKIRAAN FORMASI
JERMAN (4-4-2): 1-Leh-mann; 16-Lahm, 21-Met-zelder, 17-Mertesacker, 3-Friedrich; 20-Podolski, 6-Rolfes, 13-Ballack, 7-Schwein-steiger; 11-Klose, 20-Podolski Cadangan: 12-Enke, 23-Adler; 2-Jansen, 4-Fritz, 5-Wester-mann; 8-Frings, 14-Trochow-ski, 18-Borowski, 19-Odonkor; 9-Gomez, 10-Neuville, 22-Kuranyi. Absen: -. Pelatih: Joachim Loew.
TURKI (4-1-3-2): 1-Rustu; 3-Balta, 4-Zan, 2-Cetin, 22-Altintop; 6-Topal; 10-Kara-deniz, 7-Aurelio, 20-Sarioglu; 8-Nihat, 18-Kazim Cadangan: 12-Zengin; 13-Gungor; 16-Boral, 19-Akman, 5-Emre, 11-Metin; 9-Senturk, 21-Erdinc. Absen: Asik, Tuncay, Turan, Demirel (skorsing). Pelatih: Fatih Terim.
|
|