CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Minahasa Induk

25 Juni 2008

Usut Masalah Anggaran Sisa Pilkada, Polres Bentuk Tim Penyidik 

 

 IKUTI BERITA LAIN

Languyu: Pengeluhan Pedagang Pasar Tondano Wajar

Data sementara 389 Siswa Ujian Paket C SMA/SMK
Penerapan PP 41 (Masih) Kabur

Dipertanyakannya anggaran sisa pelaksanaan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Kabupaten Minahasa tahun 2007, dengan jumlah sekitar Rp 3 miliar, langsung di-respons serius pihak kepolisian. 

Terbukti, Polres Minahasa telah membentuk tim penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) untuk menindaklanjuti masalah ter-sebut. Kapolres melalui Kasat Reskrim, AKP Rustanto SIK, membenarkan kalau pihaknya telah membentuk tim penyidik untuk mengusut dugaan pe-nyimpangan dana sisa pelaksa-naan Pilkada 2008 tersebut. 
“Tim ini akan turun mengusut dugaan penyimpangan dana sisa Pilkada hingga tuntas,” aku Rus-tanto kepada wartawan, Selasa (24/06) kemarin. 
Sebelumnya diberitakan, Le-gislator Manguni, Glady Kandow SE menyoal anggaran sisa pelak-sanaan Pilkada Minahasa 2007. Pasalnya, di APBD 2007, pelak-sanaan Pilkada Minahasa di-anggarkan sebesar Rp 8 miliar untuk dua kali putaran Pilkada. Tapi kenyataannya, pelaksanaan Pilkada hanya sekali saja dengan menelan anggaran sekitar Rp 5 M. 
“Anggaran sisa pelaksanaan ber-jumlah sekitar Rp 3 miliar dikema-nakan? Kok hingga saat ini tak ada kejelasannya,” tukas personil Fraksi PDI-P itu. Srikandi vokal ini mengaku heran karena sewaktu di-crosscheck-nya anggaran Pilkada sebesar Rp 8 miliar ternyata sudah terpakai semuanya. 
“Di APBD dianggarkan sebesar delapan miliar rupiah untuk dua kali pelaksanaan Pilkada. Tapi kenyataan yang terjadi Pilkada hanya berlangsung sekali saja, masa anggaran so dipakai se-muanya. Bagaimana kalau Pil-kada berlangsung dua kali, ang-garannya ambil dari mana?” tu-kasnya.(jok) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin