HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

26 Juni 2008

Sejarah Penginjilan di Minahasa Perlu Diseminarkan Kembali


Sejarah penginjilan di Tanah Minahasa memang perlu diseminarkan kembali. Hal ini untuk memberikan kepas-tian sejarah yang dapat diwariskan kepada generasi gereja di masa kini dan yang akan datang. “Apa yang dikemu-kakan Raymond Mawikere dari Unsrat harus dilihat secara positif. Oleh karena itu kita perlu membicarakan sejarah penginjilan itu dalam bentuk seminar yang representatif,” ungkap Pdt Dr AF Parengkuan MTh, ahli sejarah gereja yang juga mantan Ketua Sinode GMIM kepada Komentar, Rabu (25/06)

Namun di balik pernyataan Mawikere, Parengkuan meni-lai, apa yang disampaikan ter-kesan sepihak. Di mana ia menyebutkan, ‘kekeliruan ini dilatarbelakangi oleh pema-haman sejarah yang kurang di kalangan elit GMIM’. Pa-rengkuan menjelaskan, dalam semiloka tanggal 14 Juni 2008 di Ritzy Hotel yang dise-lenggarakan oleh Panitia HUT Pekabaran Injil Sinode GMIM, dirinya juga sebenarnya telah menyampaikan apa yang di-katakan Mawikere. 
“Sudah sejak beberapa wak-tu yang lalu, ada pertanyaan dari anggota-anggota jemaat apakah tepat untuk mengata-kan bahwa Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen nanti mu-lai pada 177 tahun yang lalu, pada 12 Juni 1831? Pertanya-an ini belum memperoleh ja-waban yang dapat diterima oleh semua kalangan di ling-kungan GMIM,” demikian peng-galan makalah Pdt Parengku-an pada waktu itu (makalah tersebut seutuhnya dapat di baca secara bersambung di halaman Opini). 
Dijelaskannya, sebenarnya usaha untuk menggali seja-rah pekabaran Injil dan Pen-didikan Kristen sudah coba untuk disusun pada waktu GMIM merayakan 70 Tahun GMIM Bersinode tanggal 30 September 2004. Sebuah bu-ku dengan sampul terbilang istimewa untuk peringatan perayaan itu berjudul Meng-gali Harta Terpendam. Pener-bitannya telah diprakarsai oleh panitia pada waktu itu. Dua orang dosen Bidang Studi Sejarah Gereja di Fakultas Teologia UKIT yang diminta untuk menyusun isi buku ter-sebut adalah Pdt Dr Arnold Fr Parengkuan MTh dan Pdt David M Lintong STh. Dua topik utama yang diuraikan dalam buku itu adalah me-ngenai ‘GMIM dan Pekabaran Injil’ dan ‘Tata Gereja GMIM Sepanjang Sejarahnya’. 
Dalam penulisan sejarah ge-reja di Indonesia sekarang ini, tutur Parengkuan, para ahli yang terhimpun dalam Pagu-yuban Ahli Sejarah Kekristen-an di Indonesia (PASKI) telah mengembangkan suatu pen-dekatan kontekstual. Bukan lagi memberi banyak penekan-an pada peran para missiona-ris/zendeling dari Barat, me-lainkan berusaha menggali peran penduduk pribumi da-lam pemberitaan Injil dan pe-ngembangannya di daerah di mana mereka berasal. 
“Demikian juga dalam pe-nyusunan bahan semiloka yang lalu, saya mencoba untuk mendapatkan catatan-catat-an historis yang berkenaan dengan peran perintis-perintis pribumi dalam Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen. Dari data-data itu diharapkan kita boleh meninjau kembali apa-kah penentuan mulainya Pe-kabaran Injil dan Pendidikan Kristen memang masih dapat dipertahankan atau sudah memerlukan revisi bagi pele-takan dasar pengetahuan anak cucu kita tentang Sejarah GMIM.”
Tanggapan lainnya, datang pula dari ahli sejarah Prof Dr AB Lapian, yang adalah man-tan guru besar Universitas In-donesia dan peneliti di LIPI. Ia mengatakan, sejarah penginjil-an di Minahasa memang perlu diseminarkan, agar mendapat-kan kesimpulan yang bisa di-terima semua pihak, terutama dari generasi muda. Meski pun mengaku tidak mendalami sejarah penginjilan di Minaha-sa, namun ia mengatakan Rie-del dan Schwarz memang me-rupakan tokoh utama peng-injilan di Minahasa. Karena mereka berkarya begitu lama dan intens, sampai akhir hayat mereka. 
Sedangkan penginjil sebe-lumnya hanya separuh wak-tu. Tapi nama-nama penginjil sebelum Riedel dan Schwarz juga harus dihargai dan di-hormati. Dan sejarah pengin-jilan, khususnya dari Protes-tan bukan hanya milik GMIM, tapi juga semua aliran Pro-testan, termasuk KGPM. “Ka-rena kita semua berakar dari penginjilan mereka,” ujar AB Lapian yang merupakan anak tertua dari pejuang BW La-pian.
Senada juga disampaikan dr Bert A Supit, mantan Ketua PGI dan Bendahara BPS GMIM. Ia mengatakan, Riedel dan Schwarz memang adalah dua nama yang sangat me-nonjol dalam penginjilan. Di mana kedua orang Jerman yang diutus oleh Badan Peng-injilan Belanda (NZG) itu telah membaktikan dirinya selama hidupnya di Tanah Minaha-sa.(jef)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin