CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun
BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 
REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Mimbar dan Keagamaan 

26 Juni 2008

Agama dan Politik Merupakan Wadah Panggilan

 

 IKUTI BERITA LAIN

DR Nasarudin Terpilih Pimpin STAIN Manado

Lintas Berita Mimbar

Agama dan politik merupakan wadah dan wilayah panggil-an atau pengabdian yang berbeda namun seharusnya harus bisa saling melengkapi. Di mana agama merupakan panggil-an hidup rohani, sedangkan politik lebih dalam tata hidup duniawi. Namun disayangkan, sering kali kedua bidang ini terlalu dipisahkan, di mana dianggap bahwa agama yang bersih sedangkan politik kotor.

“Padahal semua itu sangat tergantung pada oknum pelakunya,” tegas Pastor Fred Tawaluyan Pr, pastor ke-usukupan Manado kemarin. Menurut Tawaluyan lagi, agama bisa menjadi kotor kalau pelaku bermental kotor, sebaliknya politik menjadi suci dan bahkan menjadi berkat bagi semua orang kalau pe-lakunya memiliki mental yang bersih.
“Maka dari itu saya berpen-dapat semua tetap tergan-tung pada orangnya. Jabatan politik atau di bidang apapun jika dasarnya seseorang me-miliki perilaku yang suci maka saya yakin jika jabatan yang dipegangnya merupakan sebagian dari wujud pe-layanan untuk membahagia-kan dan mensejahterakan rakyatnya,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, tokoh agama dalam hal ini pemangku jabatan religius misalnya imam, pastor, pen-deta, bhikku disiapkan untuk menyebarkan agamanya, ber-dakwa serta mengajarkan tentang kebenaran agama dan menawarkan kebaikan dan kesucian. Begitu juga dengan seorang pejabat, ia juga harus bisa melakukan hal yang sama namun terkait dalam bi-dang tugasnya. 
“Namun demikian kemudian kalau status dan jabatan keagamaan terbawa-bawa dalam tugas politik ini mem-bahayakan sebab umatnya bisa terkotak-kotak. Padahal semestinya tugas seorang tokoh agama dari agama mana pun minimal untuk mem-persatukan umatnya,” ujar-nya. Dalam hal ini perannya sebagai pendamping atau penasehat para politisi dirasa akan lebih baik dengan hal itu.(gra)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin