|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Induk |
26 Juni 2008
|
|
Rabies Telan Korban Jiwa di Sonder
|
Seorang warga Desa Kolongan Atas, Kecamatan Sonder, Denny Nayoan (43), dilapor meninggal setelah mendapat gigitan dari anjing gila (rabies).
Menurut informasi, lelaki yang berprofesi sebagai petani ini sudah sekitar tiga bulan lalu digigit anjing gila namun tak langsung mengobatinya, da-lam hal ini mendatangi pus-kesmas dan rumah sakit un-tuk mendapat perawatan.
“Ini sangat disayangkan, se-waktu digigit anjing dia tidak langsung berobat ke puskes-mas atau rumah sakit. Dia menganggap gigitan tersebut biasa-biasa saja dan dia tak mengetahui kalau anjing su-dah ada virus atau rabies. Ka-rena tidak langsung dirawat, pada pekan lalu dia akhirnya meninggal,” tutur sejumlah warga setempat kepada warta-wan, Rabu kemarin.
Dikatakan mereka, anjing yang menggigit Denny adalah anjing liar. “Denny menemu-kannya di kebun kemudian membawa pulang ke rumah untuk dipelihara,” ujar me-reka seraya mengaku, anjing tersebut telah dieksekusi atau dipotong sebelum Denny meninggal.
Sementara itu, Kepala Pus-kesmas Sonder, dr R Khosuma melalui D Kumaat ketika di-konfirmasi, membenarkan adanya warga yang meninggal karena sebelumnya digigit an-jing gila. Mengenai ketakutan warga Sonder, terlebih khusus Desa Kolongan Atas, menurut Kumaat, itu tidak perlu ada.
“Perlu diketahui, kalau hanya berjabat tangan dengan si korban maka tidak akan ter-kena penyakit rabies. Virus ra-bies selain terdapat di susunan syaraf pusat juga terdapat di air liur hewan penderita rabies. Karenanya, penularan penyakit rabies pada manusia atau he-wan lain melalui gigitan. Gejala-gejala rabies pada hewan timbul kurang lebih dua minggu yakni 10 hari sampai 8 minggu. Se-dang pada manusia 2 sampai 3 minggu sampai setahun,” jelasnya.(jok)
|
|